Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #51

Sedang Mencerna Informasi tentang Vape

Pakaian-pakaian itu masih meneteskan sisa air ketika Firman menggantungnya satu per satu di jemuran balkon. Bau deterjen bercampur udara siang yang hangat menciptakan. Itu seperti menciptakan rasa puas kecil. Semacam ritual domestik yang sederhana tapi menenangkan. Mesin cuci di belakangnya masih berdengung pelan, seperti napas panjang seorang pria setelah bekerja keras.

Firman meregangkan punggung.

“Lumayan beres satu urusan,” gumamnya.

Ia kembali ke dalam kamar, duduk di tepi kasur, lalu mengambil ponselnya. Refleks. Jempolnya langsung membuka Instagram. Story demi story lewat begitu saja. Mulai dari kopi, gym, meme receh, hingga berita politik yang bikin lelah hati. Lalu ada sebuah unggahan informatif yang membuatnya berhenti menggulir. Tampak d di sana, sebuah logo resmi Badan Narkotika Nasional terpampang di slide pertama.

Firman menaikkan alis.

“BNN?" lalu ia memperbesar tampilan.

Unggahan itu menjelaskan tentang isu penyalahgunaan zat psikotropika dalam liquid vape. Slide berikutnya berisi penjelasan yang cukup teknis. Itu tentang suhu pembakaran rokok konvensional, prinsip termodinamika, stabilitas molekul, dan proses pirolisis. Firman membacanya perlahan-lahan, berusaha untuk memahami penjelasan tersebut.

Menurut penjelasan itu, rokok konvensional mudah terbakar pada suhu tinggi yang tidak terkendali. Seperti dalam kondisi suhu ratusan derajat. Suhu ekstrem seperti itu bisa menghancurkan banyak struktur kimia, termasuk zat aktif tertentu. Sebaliknya, vape bekerja dengan pemanasan yang lebih terkendali. Justru karena stabil itulah, zat sintetis yang erbahaya bisa menguap lebih efisien dan masuk ke paru-paru tanpa banyak terurai.

Firman bersandar ke dinding.

“Jadi ini bukan cuma soal lebih atau modern ya…” katanya pelan.

Lihat selengkapnya