Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #59

Gimmick di Dunia Showbiz

Baru saja Gloria hendak tidur, tiba-tiba ponselnya berdering. Pelan saja. Pertanda ada notifikasi masuk. Ah, paling dari WhatsApp atau surat elektronik. Kalau dari media sosialnya seperti X, Thread, Instagram, dan Tiktok, ia sudah meminta manajemennya agar notifikasinya dimatikan. Itu karena jumlah pengikutnya yang sudah di atas satu juta.

Tergesa-gesa ia menghampiri ponsel yang tadi ia letakkan di atas nakas. Tengah dicas, karena baterainya hampir low batt.

Siapa tahu dari pihak yang ingin dipromosikan produknya oleh Gloria. Begitu pikir Gloria. Nyatanya dari seseorang yang suka ia sebut Cogil Resek.

"Malam, Gloria.

Boleh nanya? Siapa tahu mau jawab, buat mengatasi overthinking aku. Begini.

Kamu sama cowok-cowok artis itu ada hubungan apa? Jangan-jangan, di antara mereka, kamu macarin mereka."

Gloria terkekeh saat membaca pesan Firman yang masuk ke kotak masuk surat elektronik miliknya. Katanya, "Kamu cemburu, aku dideketin mereka?"

Tertawa lagi.

"Tenang aja, aku gak ada hubungan apa-apa sama mereka. Aku gak tertarik pacaran sama sesama talent. Lagian, itulah caraku bergaul. Sebagian lainnya cuma gimmick. Tahu gimmick, nggak?"

Kata-kata itu hanya diucapkan Gloria kepada Gloria sendiri. Tanpa niat dijadikan balasan surat elektronik kepada Firman.

Omong-omong tentang gimmick, Gloria sekonyong-konyong teringat dengan kata-kata orang-orang di manajemen idol group saat ia masih menjadi member. Salah satunya dari Tata.

"Aduh, Gloria... nggak semuanya harus... aduh, apa-apa kamu harus jelasin ke audiens atau fans kamu. Biarin aja, lah. Fans yang baik, yang benar-benar support kamu, kelak dia pasti bisa bedain mana realita, mana yang buat kepentingan kerjaannya kamu. Itulah gunanya ada fansbase, Glo."

Gloria tertawa mengingat kekonyolannya saat itu. Saat baru kali pertama terjun ke dunia hiburan atau showbiz.

Setelah itu, Gloria mematikan layar ponselnya sejenak. Lampu kamar hanya menyisakan cahaya temaram dari lampu tidur di sudut ruangan. Di luar jendela kamarnya, suara kendaraan Jakarta masih terdengar samar. Jakarta memang tidak pernah benar-benar tidur.

Ia merebahkan tubuhnya di kasur, tapi pikirannya belum benar-benar tenang.

“Cogil resek…” gumamnya pelan sambil tersenyum lagi mengingat pesan Firman.

Sebenarnya pertanyaan itu bukan yang pertama. Sejak ia keluar dari idol group dan mulai aktif bermain webseries serta tampil di berbagai content digital, rumor seperti itu sering muncul. Kadang dari penggemar, kadang dari warganet yang bahkan tidak ia kenal.

“Pacaran sama si ini.”

“Cinlok sama yang itu.”

Lihat selengkapnya