Clarissa & Gloria

Nuel Lubis
Chapter #62

Tikus dan Mobile Legends

Suara “kriik… kriik…” yang kecil tapi berulang membuat Firman terpaksa membuka mata. Ia sontak menatap langit-langit kamarnya yang agak kusam. Jam di ponsel menunjukkan pukul 02.17 dini hari.

“Apaan sih…” gumamnya setengah sadar.

Suara itu terdengar lagi. Kali ini jelas. Dari arah dapur kecil di luar kamar.

Kriik… kriik…

Firman langsung duduk di kasur.

“Tikus lagi?” katanya lirih.

Beberapa minggu terakhir memang sering ada tikus kecil yang berkeliaran di rumahnya. Tidak terlalu besar ukuran tikus-tikusnya, tapi cukup menyebalkan. Kadang mengacak-acak plastik miinstan, kadang menggigit bungkus roti.

Ia bangkit dari kasur dan berjalan pelan menuju pintu kamar. Begitu pintu dibuka, udara dingin langsung menyambut. Dari jendela ruang tengah terlihat hujan turun sangat deras. Sir menabrak genteng dengan suara yang membuat dirinya kaget.

“Pantesan tikusnya masuk,” gumam Firman.

Kalau hujan deras seperti ini, tikus biasanya mencari tempat kering.

Ia berjalan ke kamar mandi kecil di samping dapur. Setelah kencing dan membasuh muka sebentar, rasa kantuknya malah hilang.

Hujan masih deras. Lingkungan sekitar rumahnya itu terasa sunyi sekali. Firman kembali ke kamar, mengambil ponselnya, lalu duduk di tepi kasur.

“Ya sudah lah,” katanya. “Scroll bentar, bisa kali...”

Ia membuka aplikasi Threads.

Beberapa jam sebelumnya ia memang menulis sebuah utas kecil tentang pengalamannya bermain Mobile Legends. Bukan sesuatu yang serius. Hanya cerita ringan.

Utasnya berbunyi:

"Sebetulnya nggak jago-jago banget main Mobile Legends. Level aku yang sedang-sedang saja.

Anyway, level permainan aku itu mungkin di tingkat Medium. Sampai sekarang, belum paham nge-pick hero saat draft pick. Belum paham seratus persen soal item-item-an.

Herannya, tanpa jasa joki, bisa juga naik level dari Elite ke Grandmaster dengan usaha sendiri. Kalau lagi hoki, syukur-syukur hingga Epic."

Kala menulis itu, ia tidak mengharapkan respons apa-apa. Namun sekarang notifikasi menunjukkan beberapa balasan. Ia bahkan sedang membaca salah satunya. Balasan itu cukup panjang juga.

"Jujur aja, Kak. For your information, rank di bawah Epic II itu ngepur. Kayak dikasi gratis menang gitu.

Lihat selengkapnya