Code of a Heartbeat

ElevatedBeat
Chapter #4

BAB 2 : "PROYEKSI"

"Halo, saya Isara. Ada yang bisa saya bantu?" kalimat pertama yang terucap dari bibir digital itu.

"Wah..." gumam Joe berbisik nyaris tanpa suara di hadapan Isara.

Ia berputar mengitari proyeksi biru wanita berambut pendek sebahu dengan poni itu, memperhatikan setiap detail dengan kagum. Kerutan di kemeja putih lengan pendek, lipatan pada span di atas lutut yang dipakainya, pori-pori kulit, helai rambut terurai, kuku, gerakan tubuh, ekspresi wajah, bibir hingga sepatu heels.

Ini beneran... mirip banget sama manusia.

Tapi... Kedipan mata yang datang di jeda waktu seragam itu... terasa...

kosong.

Walaupun begitu...

Aku harus gimana?

Gimana cara memulainya?

Apa... nggak akan kenapa-kenapa kalau aku bertanya?

Kata-kata itu terus berpacu di dalam kepalanya. Bibirnya bergetar, membuang pandangannya ke bawah. Bisikan tanpa henti mulai mengganggu nafas dan ritme detak jantungnya. Ia merasa tak bisa terus diam, pikirannya dipaksa harus memutuskan tindakan, hingga mengalirlah kalimat:

"Maaf... aku Joe...

boleh nggak aku... minta tolong? Buat nyari... referensi pengajaran drum?"

Tak sempat ia mengedipkan mata, Isara dengan cepat merespons, "Halo Joe. Untuk referensi pengajaran drum, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Mulai dari pengenalan dasar alat musik drum, teknik bermain, hingga materi pembelajaran yang terstruktur. Penting untuk memahami bagian-bagian drum, ritme dasar, dan teknik-teknik dasar seperti single stroke, double stroke, dan paradiddle. Selain itu, eksplorasi berbagai genre musik dan gaya bermain drum juga dapat memperkaya kemampuan bermain," jawab Isara dengan nada yang datar.

Wah...

Jadi... dia cuma gerak kalau lagi merespon saja ya?

Pandangannya tak terlepas dari raut wajah hangat Isara yang merespons seperti hanya dengan satu tarikan nafas-menangkap setiap poin yang dibutuhkan untuk pengajarannya hari ini. Rasa puas bercampur kagumnya menuntun keingintahuan lain yang mengalir dalam pikirannya. Raut wajahnya perlahan berubah, kedua sisi bibirnya saling tarik membawa senyum. Di matanya terpancar tanya di waktu luang yang seolah mendukung untuk merajut kalimat selanjutnya.

"Maaf lagi... Ini buat mobil tuaku... kalau dicat ulang... kira-kira hijau apa ya yang cocok buat Daihatsu Ceria?"

Lagi, Isara merespons dengan cepat, "Daihatsu Ceria, cat dengan warna hijau lemon akan terlihat segar di perkotaan, atau kamu bisa pilih warna hijau botol agar terlihat lebih elegan."

Lihat selengkapnya