Code of a Heartbeat

ElevatedBeat
Chapter #14

BAB 12 : PROYEKSI TANPA WARNA

Semakin dalam Joe terbawa, kegelapan itu terasa semakin pekat. Dunia di sekelilingnya memudar—Rea, Isara, toko bercahaya biru—semuanya menjauh, larut ke dalam hitam yang tak mengenal arah.

Ini… apa? Ini… di mana?

Gelap banget, gak kelihatan apa-apa. Dingin… Dingin banget…

Suara aku kemana? di sini terlalu sepi… aku bahkan gak bisa dengar suara nafasku sendiri…

Lalu, samar-samar cahaya muncul dari kejauhan. Perlahan cahaya itu merekah, menyingkirkan kegelapan dengan paksa.

Dari balik cahaya itu, terdengar riuh suara-suara—tawa, teriakan, dan sorak-sorai kecil. Suara yang begitu dikenalnya. Suara yang justru paling tidak ingin ia dengar kembali.

"Tolong..."

"Tolong... aku..."

Suara gema itu datang berulang, berlapis di balik riuh tawa bibir-bibir kecil. Semakin besar cahaya itu mengusir kegelapan, semakin keras dan nyata suaranya terdengar. Gelap benar-benar pergi sepenuhnya, membawa Joe berdiri di sebuah tempat yang sangat ia kenal.

Ini.. tempat ini… Tempat semua itu terjadi.

Rambut dan pakaian Joe berkibar ditiup angin. Sebuah kereta api melintas di sebelah kirinya, derunya memperjelas lokasi itu. Di antara bising deru kereta, Joe melihat sosok anak kecil dari kejauhan.

Itukan…?! Itu aku!! Aku pas umurku lima tahun…

Joe kecil itu dibanjiri air mata, terpojok dengan luka di kaki. Darah bercampur lumpur. Tubuhnya gemetar hebat, dipaksa berdiri meski seluruh energinya telah habis.

Lihat selengkapnya