COKLAT

Dzzy
Chapter #3

Kelas

“Nong-nong… sekali lagi, dan akan terus Bapak ingatkan bahwa sedikit lagi kalian akan menghadapi ujian kelulusan,” kata guru mata pelajaran Matematika yang selalu mengucapkan hal yang sama sebelum meninggalkan kelas. Bahkan nada dan ekspresinya sudah seperti seorang ayah yang mengkhawatirnya anaknya tersesat salah langkah.

“Kring… kring… kring…” bel istirahat berbunyi, namun guru belum juga meninggalkan kelas. Hal itu membuat para murid mengukir ekspresi kesal di wajah mereka masing-masing. Karena layaknya murid, jam istirahat sangatlah berharga bagi kami.

“Sebelum istirahat, Bapak tekankan sekali lagi. Ingat untuk belajar… belajar… dan belajar. Juga ingat apa yang akan kalian lakukan saat lulus nanti. Jangan sampai kalian mengecewakan orang tua kalian. Bapak selalu menekankan hal ini karena sisa tiga hari lagi...hanya tiga hari lagi....kalian akan menghadapi ujian. Jadi SEMANGAT, NONG-NONG, oke… okee…,” ucap guru kami yang tak pernah bosan mengatakan hal itu, bahkan sepertinya lidahnya memang tercipta untuk selalu mengingatkan muridnya belajar, dan begitulah akhir kata guruku sambil mengepalkan tangan tanda semangat yang seketika membuat keributan di dalam kelas.

Kata-kata guruku barusan justru membuatku semakin gugup menghadapi ujian, sekaligus membuatku bimbang memikirkan apa yang akan aku lakukan setelah lulus nanti. Dengan pemikiran itu, aku tersadar bahwa aku masih bingung, jurusan apa yang harus aku ambil setelah lulus nanti.

..

“Huhhh….”

Lihat selengkapnya