“Bruakkkk…” bunyi mobil yang tertabrak truk di malam hari.
..
“Non Rainbow, ayo kita ke rumah sakit, Non… ayo cepat, Non…” tiba-tiba Bibi Run memegang tanganku sambil mengucapkan kata-kata yang membuat jantungku seolah ingin lepas.
“Ada apa, Bi? Acaranya sudah mau mulai, kenapa ke rumah sakit, Bi?” tanyaku bingung pada Bibi Run. Namun Bibi Run hanya diam, tak menjawab apa pun.
“Pak Sir, ada apa? Kok nyetirnya cepat sekali? Ada apa, Pak? Kasih tahu Rainbow,” tanyaku lagi pada Pak Sir, berharap menemukan jawaban. Namun apa daya, semua orang hanya bungkam, dan Bibi Run hanya bisa menangis sambil memelukku.
..
Sesampainya di rumah sakit, aku, Bibi Run, dan Pak Sir berjalan menuju UGD dan dihadapkan pada seseorang yang dari ujung kaki hingga ujung kepala ditutupi kain putih.