COKLAT

Dzzy
Chapter #10

Melanjutkan hidup menentukan nasib

Waktu berlalu begitu cepat. Tiba saatnya aku, Lin, dan Low mendaftar kuliah, dan ternyata kami diterima di kampus yang sama pula.

“Non, bangun, Non. Sudah pagi. Ayo siap-siap, Non, keburu terlambat ke kampus,” teriak Bibi Run sambil menggoyang-goyang lenganku.

Sontak aku terbangun, lalu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku dan bergegas turun ke bawah untuk sarapan. Kali ini aku sarapan dengan benar. Aku duduk di meja makan, memakan roti dengan pelan dan meminum susu sampai habis. Sebelum aku berangkat, langkahku terhenti ketika ada seseorang yang datang tuk bertemu denganku.

“Permisi, apa saya bisa berbicara dengan anak dari Ibu Ploy, Nona Rainbow?” kata seseorang yang berpakaian rapi, memakai jas, berkacamata, dan ia membawa tas kotak di tangannya.

“Emmm… iya, saya sendiri. Ada apa ya, Pak? Ada yang bisa saya bantu?” jawabku bingung.

Lalu aku dan orang tersebut duduk di kursi dan memulai pembicaraan.

“Baik, jadi saya di sini ingin membacakan beberapa wasiat dari Ibu Ploy kepada Nona Rainbow, yaitu:

1. Semua warisan dari Ibu Ploy akan dipegang oleh Nona Rainbow, seperti rumah, ATM, emas, tanah, dan lain-lain.

2. Bibi Run akan tetap bekerja mengurus Rainbow di sini.

Lihat selengkapnya