COKLAT

Dzzy
Chapter #12

Bantuan yang berujung rasa bersalah

"Oke, Lin, jangan bersedih. Serahkan padaku dan Rainbow. Tenang, kita akan membantumu."

..

Keesokan harinya aku, Low, dan Lin bertemu di kampus seusai kelas dan merencanakan strategi agar pria yang Lin sukai, yaitu Chat, memandangnya sebagai seorang perempuan.

"Lin, Low, aku punya akal. Lin, kau harus berubah... sini akan kuubah kau menjadi perempuan asli," jawabku sambil menatap Lin dari ujung kaki hingga ujung kepala, lalu menyilangkan tangan layaknya orang berpikir, ‘akan kuubah dia menjadi cantik’.

Sambil duduk di tempat biasa kami, yaitu kantin, aku mengeluarkan semua alat make-up-ku dan mulai merias Lin hingga benar-benar berubah. Rambutnya yang tadinya selalu dikuncir kini kuurai indah. Tak lupa aku membawa sepatu high heels yang sudah kubelikan untuknya dan kupakaikan di kakinya.

Kini Lin benar-benar berubah menjadi gadis yang cantik dan sangat berbeda. Bahkan Low yang tadinya asyik makan sampai bengong melihat perubahan Lin.

"Ohoyyy... siaaaaa... Lin, kau benar-benar berubah. Apa ini kau, Lin?" ucap Low sambil membolak-balik wajah Lin karena tak percaya.

"Hussss... jangan pegang-pegang wajahnya, nanti rusak," jawabku sambil menepis tangan Low dari wajah Lin.

"Memang, Lin. Kali ini Chat pasti akan memandangmu," kataku memberi semangat.

Setelah semuanya beres, aku, Low, dan Lin bergegas menuju lapangan sepak bola untuk mencari sasaran kami, Chat, agar Lin bisa pulang bersamanya karena Chat sudah berjanji akan selalu pulang bersama Lin.

"Lin, di mana Chat? Dia tidak kelihatan. Bukankah dia bermain sepak bola, Lin?" tanya Low sambil memandangi lapangan.

"Sabarlah, Low. Pasti sebentar lagi kita menemukannya," jawabku sambil menyandar di punggung Low.

Lihat selengkapnya