COKLAT

Dzzy
Chapter #13

Solusi

Lin langsung menepis tanganku dan pergi meninggalkan aku dan Low.

Belum lama Lin meninggalkan aku dan Low, Chat datang menghampiri kami sambil berlari.

“Rainbow, di mana Lin? Apakah dia sudah pergi?” tanya Chat yang membuatku kesal padanya.

“Mengapa kau mengejarnya kalau kau tak menyukainya? Kenapa kau menanyakannya? Kau sudah membuat sahabatku sakit hati. Asalkan kau tahu, dia berpakaian seperti itu karena dia mau kau memandangnya sebagai wanita, bukan teman. Apa kau tahu….” jawabku sambil berteriak. Chat hanya terdiam kaku setelah mendengarkan penjelasanku yang tanpa jeda.

“Apa Lin menyukaiku…? Bagaimana bisa, dan mengapa dia harus berpakaian seperti itu untuk mendapat perhatianku? Padahal tanpa dia berpakaian seperti itu, aku sudah memandangnya sebagai wanita. Hanya saja aku takut berbicara karena dia terlihat galak,” jawab Chat yang membuatku dan Low bingung sekaligus heran.

“Haaaa… kau menyukainya? Siaaaa… kenapa kau tak bilang dari tadi?” jawab Low dengan ekspresi terjekut dan kesalnya kepada Chat.

“Terus...apa kalian mau membantuku untuk menyatakan perasaan pada Lin?” mohon Chat padaku dan Low dengan nada dan wajah memelas, sambil menggaruk kepala dan menendang-nendang kerikil seperti anak kecil.

“Kami mau-mau saja, tapi Lin sudah terlanjur marah karena kau bilang wajahnya sangat menor,” jawabku sambil bingung bagaimana cara membantunya.

“Tenang, Rainbow. Aku tahu cara membujuknya… serahkan padaku. Kalau begitu, temui aku besok hari Minggu, oke?” jawab Low yang sepertinya punya rencana.

“Low, apa kau sudah lupa aku Katolik? Aku harus ke gereja hari Minggu… pilih hari lain, jangan hari Minggu,” jawabku dengan nada sedikit kesal karena Low melupakan itu.

“Ciyěn-ciyěn, aku akan menjemputmu di gereja. Aku dan Chat akan menjemputmu… bagaimana, setuju?” jawab Low dengan akal-akalan khasnya.

Lihat selengkapnya