Saat aku sudah masuk ke dalam mobil bersama dengan Phi Flip.
"Phi, yang lain tadi bilang padaku kalau mereka tidak naik di mobil kita lagi," ucapku pada Phi Flip. "Ku sudah tahu, Charlie sudah memberitahuku."
"Aaaa, apa tidak apa-apa bagimu kalau hanya kita berdua saja di mobil ini?" tanyaku padanya dengan kaku, karena suasana di dalam sini yang sangat canggung. Namun Phi Flip tak membalas pertanyaanku itu dan langsung menjalankan mobil.
..
Dalam perjalanan, aku membuka musik dan bernyanyi dengan gembira sambil terus-menerus mengajak Phi Flip bernyanyi dengan menyorongkan botol air mineral ke depan mulutnya, menganggap botol itu sebagai sebuah mic, selain karena aku yang sudah terbawa suasana oleh aliran musik, juga agar suasana diantara aku dan Phi Flip yang tidak terlalu canggung.
Awalnya Phi Flip tak mau ikut bernyanyi denganku, namun lama-kelamaan Phi Flip ikut bernyanyi walau dengan suara yang kecil dan datar. Aku hanya tersenyum melihatnya bernyanyi dan memerhatikannya sambil berjoget-joget di atas mobil.
"Rainbow, apa kau tahu... ini adalah lagu kesukaanku," ucapnya kepadaku tanpa melihatku dan terus menatap ke depan.
Aku yang mendengar hal itu kaget dan sontak tersenyum lebar kepadanya.
"Oh ya? Wahhh, itu bagus. Aku juga menyukai lagu ini. Bahkan aku berkali-kali datang ke konsernya, namun konser yang terakhir aku tidak bisa mendatanginya karena ibuku......" jawabku padanya, dan tiba-tiba aku mengingat ulang tentang ibuku.
"Emm.... pokoknya aku sudah berkali-kali pergi ke konser mereka dan itu sangat seru. Biasanya, Phi, aku menontonnya bersama Lin dan Low," ceritaku kepada Phi Flip.