COKLAT

Dzzy
Chapter #19

Menyatakan

Saat malam hari di dalam kamar, aku menyalakan lagu sambil berbaring memeluk guling dan membayangkan kejadian-kejadian saat makan bersama dan phi flip duduk di sampingku, aku memotret phi flip saat dia melakukan peregangan pagi, sambil tersenyum senang.

“Huhhh…… mengapa phi flip begitu tampan,” kataku berbicara dengan diri sendiri sambil memeluk guling erat, "mah aku menyukai seseorang, bantu aku ya mah, agar aku bisa mendekatinya" ucapku pelan meminta doa pada mamah yang lebih dekat dengan sang pencipta.

Tiba-tiba aku teringat kamera, lalu aku bergegas membongkar barang bawaanku dan mencari-cari kamera kesayanganku, tapi ternyata aku tak menemukannya.

"Drrttttt……” ponselku berbunyi dan saat ku angkat ternyata nomor baru yang menelponku.

“Maaf ini dengan siapa ya? Sepertinya salah sambung….” tanyaku dan hendak mematikan ponsel, tetapi tindakanku terhenti ketika ada suara di seberang yang kukenal memanggil namaku.

“Emmm… rainbow ini dengan phi flip, kameramu tak sengaja kubawa… besok akan kukembalikan di kampus, tenang saja kameramu tidak hilang.”

Saat mendengar suara itu, deg…… seketika dunia terhenti. Orang yang menelponku ternyata itu adalah Phi Flip, yang membuatku terdiam saja tak percaya. Apa? Phi Flip? Bagaimana dia memiliki nomor HP-ku dan kameraku yang kupikir hilang ada padanya… bukankah berarti dia peduli padaku? Atau mungkinkah ini pertanda awal kedekatan kami?

“Aaaaa… i-iya… phi… aku akan mengambilnya besok,” jawabku dengan grogi sambil tersenyum dan memainkan celana yang aku pakai saat itu.

Sontak setelah Phi Flip mematikan teleponnya, aku berteriak sekeras-kerasnya sampai-sampai bibi run dan pak sir datang ke kamarku.

“Ada apa non, kenapa teriak-teriak non?” tanya bibi run, dilanjuti kekhawatiran dari pak sir.

“Ada apa non rainbow? Pak sir bisa bantu apa saja kok,” tanya pak sir.

Lihat selengkapnya