“Mengapa kau baru datang? Konsernya sudah selesai,” ucap Phi Flip dengan nada marah kepadaku. Yah...memang lelaki brengsek, dengan apa yang sudah kau lakukan padaku kemaren dan saat ini kau masih bida berbicara dengan nada seperti itu padaku? Tanpa rasa bersalah dan malu....
“Aaaaa… begitu,” jawabku yang hanya sebatas itu.
“Apanya yang begitu… aku menunggumu sangat lama di sini, bahkan sampai-sampai aku tak pergi menonton konser, hmmm… untung ada Flow, dia menemaniku di sini jadi aku tak sendirian… kalau tidak ada Flow aku pasti sudah sendirian,” jawab Phi Flip yang membuat hatiku terasa sakit, perempuan itu lagi, aku hanya bisa menahan air mata dan memeberinya tatapan kosong.
“Hmmm…,” ucapku sambil tersenyum sedih “untung ada phi Flow. Selamat, phi,” sambil menepuk lengan phi flip dan tersenyum padanya
“Kau dan phi flow sangat serasi, pria yang tampan dan wanita yang cantik… selamat, semoga kalian baik-baik saja,” ucapku sambil tersenyum dengan menahan sakit setengah mati di dadaku.
“Apanya yang serasi? Apasih yang kau bicarakan, kau yang mengajakku untuk datang ke konser, tetapi kau juga yang tak datang. Sekarang kau berbicara omong kosong so serasi" ucap Phi Flip sambil mengernyitkan dahinya dan membuat wajah bingung "Rainbow… flow datang dan menemaniku untuk menunggumu, flow datang membuatku tak kesepian, flow datang.....” sebelum Phi Flip berbicara lagi, aku menyelanya
“Cukup. Aku tak mau mendengarnya lagi. Apa kau benar-benar tak bisa menjaga perasaan orang?… satu pertanyaan, mengapa kau menungguku padahal kemarin kau menyuruhku menjauhimu dan bahkan kau tak percaya padaku, jadi kenapa kau menungguku?” jawabku kepada phi flip dengan suara lantang.