POV Rainbow
Setelah hari itu, semuanya berubah. Baik dirinya maupun diriku. Aku menjadi lebih dewasa dalam menghadapi ujian yang datang dalam hubungan kita, dan dirinya yang juga selalu terbuka, karena katanya 'dia tak mau membuatku salah paham lagi"
Keesokam harinya, setelah Phi Flip mengantarku pulang ke rumah, tak lupa dirinya mengecup keningku, mengelus kepalaku, dan berakhir dengan memelukku.
Pelukan itu sangat sangat, pelukan hangat yang tlah lama tak permah kurasakan, kembali aku dapatkan dari sosok lelaki yang sangat aku sayangi.
Ketika di kamar, saat aku membuka handphone setelah lama ku nonaktifkan, banyak sekali pesan-pesan yang masuk karena mengkhawatirkanku, terutama kedua sahabatku yang hampir mati karena gelisah mencariku.
Tanpa pikir panjang, aku langsung menghubungi mereka berdua, dengan melakukan panggilan video. "Shia, rainbow kemana saja dirimu? Kau tahu tidak, kita dari tadi mengkhawatirkanmu....apa kau sudah melupakan kita, siapa yang membuatmu sedih? Beritahu kita, apa si nenek sihir itu lagi? Shia....lihat saja kalau sampai aku bertemu dengan dirinya, akam ku jambak rambutnya..hiffttt"
Ucap Low panjang lebar, bahkan dirinya tak memberiku kesempatan untuk berbicara.