COKLAT

Dzzy
Chapter #28

Rencana tuk dirinya

POV Rainbow

Setelah hari itu, semuanya berubah. Baik dirinya maupun diriku. Aku menjadi lebih dewasa dalam menghadapi ujian yang datang dalam hubungan kita, dan dirinya yang juga selalu terbuka, karena katanya 'dia tak mau membuatku salah paham lagi"

Keesokam harinya, setelah Phi Flip mengantarku pulang ke rumah, tak lupa dirinya mengecup keningku, mengelus kepalaku, dan berakhir dengan memelukku.

Pelukan itu sangat sangat, pelukan hangat yang tlah lama tak permah kurasakan, kembali aku dapatkan dari sosok lelaki yang sangat aku sayangi.

Ketika di kamar, saat aku membuka handphone setelah lama ku nonaktifkan, banyak sekali pesan-pesan yang masuk karena mengkhawatirkanku, terutama kedua sahabatku yang hampir mati karena gelisah mencariku.

Tanpa pikir panjang, aku langsung menghubungi mereka berdua, dengan melakukan panggilan video. "Shia, rainbow kemana saja dirimu? Kau tahu tidak, kita dari tadi mengkhawatirkanmu....apa kau sudah melupakan kita, siapa yang membuatmu sedih? Beritahu kita, apa si nenek sihir itu lagi? Shia....lihat saja kalau sampai aku bertemu dengan dirinya, akam ku jambak rambutnya..hiffttt"

Ucap Low panjang lebar, bahkan dirinya tak memberiku kesempatan untuk berbicara.

Tapi...kalaupun diberi kesempatan, aku juga tak berani bercerita ke mereka, karena takut mereka akan melakukan hal tak terduga pada si nenek sihir itu.

Saat air mataku tlah diujung tanduk, Lin menyambung ucapan Low "Rainbow, kita ini sahabatmu...bahkan bukan hanya sekedar sahabat, kita ini sudah seperti saudara, kalau ada yang menyakitimu, pastinya kita yang akan membelamu. Pasti kalau terjadi hal yang sama pada kita, kau juga akan begitu....jadi kalau kau merasa sedih, takut, marah.....datang ke kita oke.."

Kuakui, dari kita bertiga..orang yanh paling dewasa adalah Lin, dirinya sudah seperti kakak bagi diriku dan Low.

Setelah mendengar perkataannya, aku tak bisa lagi membendung air mataku, aku menangis sejadi-jadinya, bahkan sampai-sampai kata-kata yang keluar dari mulutku tak bisa dimengerti oleh mereka.

"Hey Rainbow, kita tahu kau sangat terharu dengan perhatian kita, tapi tolong ucapanmu diperbaiki dulu. Kita tak bisa paham apa yang kau katakan"

Celetuk Low yang membuatku tertawa, diikuti Lin yang juga tertawa mendengar ucapan Low.

Malam itu setelah aku menenangkan diri dan tak lagi menangis, aku menceritakan semuanya kepada Lin da Low. Bahkan apa yang Phi Flow katakan padaku.

Dan seperti yang suah kuduga, setiap kata yang keluar dari mulutku, menciptakan makian-makian dari mulut Lin dan Low.

"Awas aja kalau nenek sihir itu berulah lagi, akan ku cambak rambutnya dan ku cakar wajahnya" Teriak Low, yang membuatku tersenyum lucu, karena ekspresi wajahnya yang sangat menjiwai.

"Rainbow, ingat kalau dia masih berani mengganggumu, kasih tau kita oke....akan kita tangani dia, sampai tak berani menyenggolmu lagi"

Ucap Lin sambil menggulung lengan bajunya, menunjukkan otot lengannya, layaknya petarung yang sedang menantang musuhnya.

Malam ini terasa tak begitu berat, rasanya beban pikiranku hilang seketika. Karena sikap Phi Flip yanh begitu manis, juga sahabatku yang berhasil membuatku tertawa dengan tingkah dan perhatian mereka.

Di tengah kegelapan kamar, aku membaringkan diri, melihat langit-langit kamar dan merenungi apa yang telah terjadi kemarin dan hari ini.

Lihat selengkapnya