Collateral Romance

Azerhays
Chapter #1

BAB 1: Arloji dan Orderan Tengah Malam

Jarum jam di dasbor mobil MPV hitam milik Deva sudah menunjuk ke angka 01.15 dini hari. Kawasan Blok M yang biasanya bising oleh klakson dan riuh anak muda nongkrong, perlahan mulai mendingin. Menyisakan sisa-sisa bau aspal basah setelah diguyur gerimis tipis satu jam lalu.

Deva Baghir mematikan mesin mobilnya. Sengaja. Dia butuh kesunyian untuk mendengarkan denyut nadinya sendiri. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah sebuah rumah berpagar tinggi berjarak lima puluh meter di depannya. Rumah itu milik seorang pengusaha properti yang masuk dalam daftar pantauan agensi rahasianya di Pejaten. Bagi dunia luar, Deva hanyalah cowok umur 28 tahun yang gagal memenuhi ekspektasi keluarga besarnya. Seorang anak sulung Jenderal Polisi bintang tiga yang memilih jadi supir taksi online karena kabarnya "frustrasi" setelah ibunya meninggal.

"Aku emang milih jalan ini, Mah," bisik Deva lirih, jemarinya mengetuk-ngetuk setir mobil.

Setiap kali malam terlalu larut, bayangan Alya Kinarsih, ibunya, selalu mampir. Lima tahun lalu, tepat setelah Deva memakai toga hukumnya di sebuah kampus swasta elit di Jakarta, ibunya kolaps. Kanker rahim ganas stadium akhir yang baru terdeteksi. Kenapa bisa telat? Karena rumah mereka dingin. Ayahnya, Damar Baghir, terlalu sibuk mengurus mutasi jabatan dan menjilat lingkaran oligarki pemerintahan yang kotor. Deva tahu persis, ayahnya bukan orang jahat pada awalnya. Tapi sistem yang busuk menelan idealisme Jenderal Damar bulat-bulat. Ibunya kesepian, menahan sakit dan pemikirannya sendirian, sampai akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah tiga bulan menderita di ruang ICU. Kematian ibunya menghancurkan keluarga mereka. Tata, adiknya, bahkan memilih kabur ke Singapura, memutus kontak dengan sang Jenderal, dan memilih kuliah serta bekerja di sana. Deva? Dia memilih menghilang selama tiga tahun ke dalam jaringan detektif internasional, melatih tubuhnya menjadi mesin pembunuh dan pengintai, sebelum akhirnya pulang mengenakan kaos oblong lusuh dan menyetir taksi online.

Bzzzt… Bzzzt…

Lamunan Deva pecah. Layar ponsel yang menjepit di kisi AC mobil menyala terang. Sebuah notifikasi pesanan masuk dari aplikasi taksi online-nya.

Nama Penumpang: Shania.

Titik Jemput: Jl. Sambas 6 Melawai (Gang samping bangunan kosong).

Lihat selengkapnya