Collateral Romance

Azerhays
Chapter #3

BAB 3: Lima Hari yang Hilang

Bau obat-obatan yang menyengat dan bunyi beraturan dari mesin electrocardiogram (ECG) menjadi hal pertama yang menyambut kesadaran Deva. Pip... Pip... Pip... Bunyi itu terasa seperti jarum yang menusuk langsung ke pusat kepalanya. Deva mencoba menggerakkan jari tangannya. Kaku. Seluruh badannya terasa seperti habis dihantam oleh truk tronton, nyeri yang luar biasa menjalar dari pundak hingga ke ujung kaki.

Ketika dia perlahan membuka mata, cahaya lampu putih di langit-langit ruangan langsung membuat matanya perih. Dia berkedip beberapa kali, mencoba menyesuaikan penglihatan yang masih agak kabur. Hal pertama yang dia sadari adalah selang infus yang menancap di punggung tangan kirinya dan masker oksigen yang menutupi hidung serta mulutnya.

"Pasien sudah siuman! Tolong panggilkan Dokter spesialis saraf sekarang!"

Suara pekikan seorang perawat perempuan terdengar di sisi kanannya. Deva menoleh pelan, merasakan lehernya yang dipasang cervical collar atau penyangga leher medis. Di dalam ruangan bernuansa VIP yang sangat luas itu, tiga orang perawat dan seorang dokter langsung sibuk memeriksanya. Deva tidak memedulikan sentuhan senter medis yang menyorot pupil matanya. Otaknya yang mulai bekerja langsung memutar kembali memori terakhirnya.

Lampu merah. Mobil SUV hitam besar. Hantaman keras. Dua pria tegap. Dan Shania yang bersimbah darah dibawa pergi.

Deva refleks mencoba bangkit dari ranjangnya. "Sha... Shania..." suaranya keluar dalam bentuk bisikan parau yang sangat lemah di balik masker oksigen.

"Jangan bergerak dulu, Mas Deva. Anda baru saja melewati masa kritis akibat gegar otak ringan dan trauma benturan. Anda sudah tidak sadarkan diri selama lima hari," kata dokter pria paruh baya itu dengan nada menenangkan sembari menahan pundak Deva secara lembut.

Lihat selengkapnya