Collateral Romance

Azerhays
Chapter #4

BAB 4: Kilas Balik: Luka dari Rumah Megah

Dua minggu berlalu di rumah sakit terasa bagai neraka personal bagi Deva. Setiap kali dia memejamkan mata untuk tidur, otaknya selalu memutar adegan yang sama secara berulang. Wajah panik Shania, tatapan matanya yang meminta pertolongan, dan bagaimana tubuh wanita itu terkulai layu saat digendong oleh pria misterius. Kejadian itu menjadi sebuah trauma baru yang terus menghantuinya.

Namun, selain bayangan Shania, kesunyian kamar rumah sakit juga sering kali melempar pikiran Deva jauh ke masa lalu. Ke sebuah masa lima tahun yang lalu, ketika dunianya runtuh untuk pertama kalinya.

Flashback On – Lima Tahun Lalu

Ruang tengah rumah megah keluarga Baghir di kawasan Pondok Indah terasa begitu dingin, meskipun pendingin ruangan sudah dimatikan. Di atas sofa kulit yang mahal, Deva duduk dengan setelan jas wisuda hukumnya yang masih rapi. Di tangannya, dia memegang map ijazah dari salah satu universitas swasta terbaik di Jakarta. Kampus tempat dia melarikan diri dari paksaan ayahnya untuk masuk Akademi Kepolisian.

Di depannya, Damar Baghir duduk dengan seragam dinas lengkap yang dipenuhi dengan bintang dan tanda jasa. Wajah Damar tampak sangat kaku.

"Jadi ini hasil keras kepala kamu selama empat tahun? Ijazah hukum dari kampus swasta?" suara Damar terdengar meremehkan. "Kamu tahu berapa banyak anak rekan Papa yang mengemis untuk Papa bantu masuk Akpol? Kamu malah membuang kesempatan emas itu hanya untuk ijazah yang bisa dibeli siapa saja ini."

Deva tersenyum sinis, menatap ayahnya tanpa rasa takut. "Aku kuliah pakai uang tabungan Mama, bukan pakai uang hasil 'kerja sama' Papa dengan para pengusaha properti di Jakarta Utara itu. Jadi Papa gak berhak menghina hasil kerja keras aku."

"Deva! Jaga mulut kamu!" bentak Damar sambil menggebrak meja kaca di depan mereka hingga bergetar. "Apa yang Papa lakukan di luar sana adalah untuk memastikan masa depan kamu dan Tata! Biaya hidup di Jakarta ini mahal, posisi Papa di kepolisian tidak akan aman kalau Papa bertingkah sok suci sendirian di tengah sistem!"

Lihat selengkapnya