Collateral Romance

Azerhays
Chapter #5

BAB 5: Rahasia di Balik Ruang Pejaten

Langkah kaki Deva menggema pelan di koridor berlantai paruet sebuah rumah bergaya klasik di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Dari luar, bangunan ini hanya terlihat seperti kantor konsultan arsitektur tua dengan papan nama kayu yang sedikit kusam. Namun, di balik pintu jati ganda yang tebal, tempat ini adalah markas operasional Vanguard Intelligence, jaringan detektif swasta kelas dunia yang mempekerjakan mantan agen intelijen, para peretas papan atas, dan eks personel militer.

Deva membetulkan letak jaket jinsnya. Kepalanya masih berdenyut akibat sisa gegar otak, tapi dia mengabaikannya. Beberapa staf administrasi yang berpapasan dengannya menatap dengan pandangan terkejut sekaligus cemas. Berita tentang supir taksi online mereka yang dihantam SUV hitam di Melawai sudah menyebar ke seluruh divisi.

Tanpa mengetuk pintu, Deva langsung mendorong pintu ruang kerja Direktur Operasional.

Ceklek.

Seorang pria berusia awal lima puluhan dengan setelan kemeja rapi tanpa dasi mendongak dari balik meja kerjanya yang dipenuhi layar monitor. Pria itu adalah Yanuar, mantan perwira tinggi intelijen negara yang memilih mendirikan agensi sendiri dan kemudian agensinya diakuisisi oleh institusi intelijen swasta internasional. Mata Yanuar yang dingin menatap Deva, lalu dia bersandar pada kursi kerjanya.

"Gue gak ingat ada jadwal pertemuan sama lo hari ini, Deva. Status lo masih cuti medis," kata Yanuar dengan nada suara yang flat, memakai kata 'gue-lo' yang biasa digunakan di dalam internal agensi untuk memangkas jarak birokrasi yang kaku.

Deva berjalan mendekat, lalu kedua tangannya jatuh di meja kerja Yanuar. Matanya menatap tajam. "Gak usah basa-basi, Bang Yan. Siapa Shania?"

Yanuar tidak bergeming. Dia meraih cangkir kopinya, menyesapnya perlahan sebelum menjawab, "Penumpang taksi online lo. Sesuai manifes aplikasi yang lo pakai buat penyamaran."

Lihat selengkapnya