Collateral Romance

Azerhays
Chapter #6

BAB 6: Jejak yang Menguap

Keluar dari kantor Pejaten, kepala Deva terasa semakin berat, bukan lagi karena luka fisiknya, melainkan karena kebenaran yang baru saja dia dengar. Shania Adiratna bukan sekadar korban penculikan random. Perempuan itu adalah bom waktu berjalan yang memegang kunci kehancuran ayahnya sendiri.

Gue harus nemuin dia sebelum orang-orang itu menghabisi nyawanya, batin Deva.

Sore itu, dengan mengendarai motor sport hitamnya, Deva kembali ke lokasi kejadian di kawasan Jalan Sambas 6 Melawai, Blok M. Dia menghentikan motornya di dekat gang sepi tempat Shania pertama kali naik ke mobilnya. Suasana sore hari di Melawai cukup ramai oleh kendaraan, namun gang tersebut tetap terlihat suram dan diabaikan.

Deva berjalan memasuki gang, matanya dengan jeli memindai setiap sudut. Sebagai detektif terlatih, dia tahu bahwa sekecil apa pun sebuah kejadian, pasti ada residu atau jejak yang tertinggal. Dia berjongkok di dekat tumpukan sampah tua di samping dinding bangunan kosong. Matanya menangkap sesuatu yang berkilau di antara tanah kering.

Sebuah anting perak kecil berbentuk logo daun semanggi.

Deva mengambilnya menggunakan sapu tangan. Dia mengingat dengan jelas, malam itu Shania mengenakan anting yang sama, namun di telinga kirinya sudah tidak ada saat dia masuk ke mobil. Artinya, Shania sempat terlibat perkelahian atau kejar-kejaran di dalam gang ini sebelum berhasil memesan taksi online-nya.

Bzzzt... Bzzzt...

Ponsel di saku celana Deva bergetar. Sebuah nomor tidak dikenal memanggil. Deva menekan tombol terima dan menempelkan ponselnya ke telinga.

Lihat selengkapnya