Collateral Romance

Azerhays
Chapter #7

BAB 7: Hantu dari Masa Lalu Shania

Malam itu, gerimis kembali membasahi Jakarta. Deva memilih tidak pulang ke rumah Pondok Indah, melainkan ke sebuah apartemen studio sewaan di kawasan Pasar Minggu. Tempat ini tidak terdaftar atas namanya, melainkan atas identitas palsu yang dibuat oleh agensi Vanguard. Di dalam ruangan berukuran minimalis itu, hanya ada satu kasur lantai, tumpukan buku hukum tua, dan sebuah meja kerja dengan tiga monitor canggih.

Deva melepas jaket jinsnya, menyisakan kaos hitam yang melekat di tubuhnya. Dia memasukkan flashdisk merah yang dia dapat dari Inspektur Wijaya ke dalam laptop khusus yang telah dienkripsi.

Layar monitor menampilkan rekaman video CCTV persimpangan Melawai lima hari lalu, tepat pukul 01.25 pagi. Deva mempercepat durasi video. Di layar, MPV hitam miliknya tampak berhenti di lampu merah. Sedetik kemudian, dari arah kanan, lampu sorot SUV hitam berukuran masif itu muncul dan... BRAM! Hantaman mengerikan itu terekam jelas.

Deva menekan tombol pause tepat saat dua pria tegap bermasker turun dari SUV dan membopong tubuh Shania yang pingsan. Dia memperbesar gambar ke arah pelat nomor SUV hitam tersebut. Gambar pecah dan buram.

"Sial, sengaja dipasang lapisan anti-refleksi," gumam Deva kesal.

Dia langsung membuka aplikasi perpesanan khusus yang terenkripsi miliknya dan menghubungi satu-satunya orang di agensi Pejaten yang paling dia percayai dalam urusan digital. Seorang peretas genius berumur 22 tahun yang akrab dipanggil Eza.

"Za, lo masih di kantor? Gue kirim potongan klip video. Tolong bersihin gambar di bagian pelat nomor dan refleksi kaca depan SUV-nya," ketik Deva.

Lihat selengkapnya