Collateral Romance

Azerhays
Chapter #13

BAB 13: Pelarian Jilid Dua

BRUAAKK!

Tubuh Deva dan Shania menghantam semak-semak lebat di lereng bukit bawah balkon. Deva dengan sigap memosisikan tubuhnya di bawah, menjadi bantalan hidup agar Shania tidak berbenturan langsung dengan tanah berbatu yang keras. Mereka berguling beberapa meter di atas rumput basah yang licin akibat embun Puncak sebelum akhirnya berhenti di dekat deretan pohon pinus.

"Uhuk!" Deva meringis, rusuknya terasa ngilu, tapi dia tidak punya waktu untuk mengeluh. "Sha... lo gak apa-apa?"

Shania yang berada di atas tubuh Deva membuka matanya perlahan. Napasnya terengah-engah, wajahnya yang cantik terluka guratan-guratan tipis akibat beberapa goresan ranting, namun matanya memancarkan ketegasan. "Gue aman. Sori gue tiban lo, Dev. Lo gak apa-apa?"

"Gak usah khawatirin gue. Ayo, buruan! Orang-orang bokap gue bakal turun ke bawah dalam hitungan detik," kata Deva sambil bangkit dan menarik tangan Shania.

Dari arah atas vila, lampu-lampu senter puluhan penjaga mulai menyorot ke arah lereng bukit. Suara teriakan-teriakan kasar bersahut-sahutan memecah malam yang dingin. Deva menuntun Shania berlari cepat menembus kegelapan hutan pinus, menuju tempat di mana dia menyembunyikan motor sport hitamnya.

Begitu sampai di balik semak-semak tempat motornya berada, Deva langsung melompat ke atas jok dan menyalakan mesin motornya. Mesin 948cc itu meraung keras membelah keheningan malam.

"Naik, Sha! Pegangan yang erat!" seru Deva sambil menyerahkan sebuah helm cadangan yang langsung dipakai oleh Shania dengan terburu-buru.

Lihat selengkapnya