Collateral Romance

Azerhays
Chapter #18

BAB 18: Permainan Kucing dan Tikus di Braga

Malam harinya, kawasan Jalan Braga dipenuhi oleh bisingnya musik dari kafe-kafe bangunan tua dan hilir mudik anak muda yang menikmati suasana malam Bandung. Di antara kerumunan manusia yang padat itu, Deva dan Shania berjalan berdampingan dengan santai. Shania mengenakan jaket denim over-size dengan topi yang ditarik agak rendah, sementara Deva berjalan di sisi luarnya, matanya terus bergerak secara taktis memindai setiap sudut jalan.

Mereka harus mengambil kunci brankas fisik yang menurut petunjuk disimpan oleh seorang mantan pengurus rumah tangga keluarga Adiratna yang kini bekerja sebagai kasir di salah satu toko roti legendaris di kawasan Braga.

"Target jam dua belas, Sha. Di depan toko roti itu," bisik Deva tepat di dekat telinga Shania, membuat bulu kuduk wanita itu meremang karena embusan napas Deva.

Deva pun menyuruh Shania menunggu di salah satu meja kosong di kafe sebelah toko roti itu.

"Lo tunggu di sini ya, Sha. Biar gue sendiri," Deva berujar yakin ke Shania yang mengangguk ragu lalu duduk di kursi kosong.

Deva dekati target, tampak berbincang serius dengan pria itu lalu tak lama ia pergi meninggalkan Deva dengan sebuah kunci fisik berwarna kuning keemasan tanpa perlawanan. Deva kembali hampiri Shania.

Namun, sebelum mereka sempat melangkah menjauh dari kafe itu, insting taktis Deva berteriak. Melalui pantulan kaca etalase kafe, Deva melihat tiga orang pria berjaket kulit hitam dengan postur tubuh tegap dan potongan rambut cepak sedang bergerak membelah kerumunan, mata mereka tertuju lurus ke arah punggung Shania.

"Sial, kita kedeteksi. Mereka pasti pakai pelacak biometrik kamera pengawas jalanan," umpat Deva rendah. "Sha, jangan lari. Tetap jalan santai, ikutin langkah gue."

Lihat selengkapnya