Come Back to Me

Erlin Natawiria
Chapter #6

Nona Ungnyeo

Tujuh tahun lalu, pada pekan terakhir musim semi, Hajoon mengambil kesempatan yang tak akan terjadi dua kali: mengikuti Nona Ungnyeo ke tempat persembunyiannya.

Dari taman dekat gedung agensi, Hajoon diam-diam membuntuti Nona Ungnyeo yang kebetulan berada di area tersebut. Perempuan itu masih mengenakan topeng beruang, tetapi telah mengganti hanbok-nya dengan setelan sweatshirt dan celana jeans. Langkahnya yang lumayan cepat sempat membuat Hajoon hampir kehilangan jejak beberapa kali.

Tibalah mereka di depan conventional store Bibi Areum. Hajoon lagi-lagi dibuat kaget mendapati sang pemimpin Starry Flowers mampir ke toko favoritnya. Dibiarkannya sosok itu membeli makanan sebelum naik ke lantai atas.

“Hajoon-ah, lama sekali aku tak melihatmu. Selamat—” Bibi Areum menutup mulut kala Hajoon mengarahkan telunjuk di depan bibir. “Ada apa?” tanyanya berbisik.

“Bi, lihat perempuan yang pakai topeng beruang?” Perempuan itu mengangguk. “Apa dia sering datang ke sini?”

“Lumayan, sekitar dua atau tiga kali seminggu.” Kemudian, seperti berhasil menggabungkan dua petunjuk, Bibi Areum membelalak. “Sebentar, apa dia Nona Ungnyeo yang dianggap pemimpin oleh para penggemarmu?”

“Ya dan aku ingin menemuinya untuk berterimakasih. Tanpa kehadirannya di tengah-tengah Starry Flowers, mungkin CALYTRIX bakal debut di acara musik tanpa kerumunan penggemar.” Dipindainya rak makanan dan minuman di sekitar mereka. "Apa yang biasanya dia beli di sini?”

Bersama sebungkus honey butter chips dan seaweed crisps, Hajoon menyusul Nona Ungnyeo di lantai dua. Sosok itu tengah menyantap mi instan di depan jendela; tak sadar di belakangnya ada seseorang yang menatapnya penuh kekaguman.

Sehati-hati mungkin Hajoon mendekat. Langkahnya sempat terhenti kala mendapati topeng beruangnya tergeletak di kursi kosong. Rasanya seperti menginvasi ruang pribadi. Namun, kapan lagi Hajoon mengalami kesempatan emas ini?

Sebelum terlambat, Hajoon menarik napas panjang dan berkata,

“Benarkah aku sedang berhadapan dengan Nona Ungnyeo?”

Sosok yang dipanggil berhenti mengunyah. Punggungnya menegak. Samar dari pantulan kaca jendela, Hajoon menangkap sepasang mata bulat yang terbuka lebar. Sayangnya saat dia hendak mengambil topeng, benda itu malah tersenggol dan jatuh ke lantai.

“Kamu tak perlu menoleh kalau kurang nyaman.” Dugaannya benar, Nona Ungnyeo tak ingin identitasnya diketahui. “Mungkin kamu tahu siapa aku, tapi biar aku memperkenalkan diri secara langsung. Namaku Nam Hajoon, leader dari grup CALYTRIX.”

Lihat selengkapnya