[BREAKING NEWS] Kim Yulyeon, anggota boy group populer CALYTRIX, ditemukan tewas setelah terlibat kecelakaan lalu lintas.
Yulyeon, idol muda yang pergi terlalu cepat…
Benarkah kejadian yang menewaskan Kim Yulyeon (21) murni kecelakaan atau ada… (baca selengkapnya)
Kebetulan atau bukan: Nona Ungnyeon ‘menghilang’ beberapa hari setelah Yulyeon meninggal dunia.
Deretan headlines dari berbagai media yang CEO Jun perlihatkan melekat kuat dalam benak Hajoon bak rajah pada permukaan kulit. Pria itu juga tak paham mengapa sang atasan memaksanya datang ke kantor agensi malam-malam sendirian.
Sampai kemudian, pintu ruangan terbuka; menampakkan pasangan yang amat familier baginya.
Orangtua Yulyeon.
“Terima kasih Anda bersedia mempertemukan kami,” ucap Tuan Kim pada CEO Jun. Sepasang matanya yang lelah melirik ke atah Hajoon. “Kami tak bisa lama-lama juga, jadi saya akan langsung katakan saja maksud kedatangan kami ke sini.”
CEO Jun yang biasanya mendominasi membiarkan pasutri tersebut mengambil alih pembicaraan. Sesuatu yang jarang terjadi dan dapat menjadi pertanda buruk.
“Tadi siang, saya bersama istri membereskan barang-barang anak kami.” Tatapannya makin tajam mengarah pada Hajoon. “Kemudian, istri saya menyadari ada satu jaket favorit Yulyeon yang hilang. Saat mengecek rekaman CCTV, kami melihat Hajoon memakainya setelah berkunjung satu hari sebelum kecelakaan itu terjadi.”
Kedua mata Hajoon membesar. Apa itu berarti mereka juga melihatnya sedang….
“Ya, kami juga melihatmu mengeluarkan secarik kertas dari saku jaket dan terkejut saat membaca isinya,” sosok itu melanjutkan dengan sorot mata yang kian mengintimidasi. “Apa yang Yulyeon tulis dalam surat itu?”
“Apa kamu masih menyimpannya?” Kontras dari sang suami, Nyonya Kim tetap menunjukkan kelembutan walau wajahnya kisut. “Bolehkah aku membaca pesan terakhir yang putraku sampaikan?”
“Apakah isinya berhubungan dengan kematiannya?” Bukannya menengahi, CEO Jun terkesan menyudutkan Hajoon. “Polisi masih mengusut kasus ini. Sebaiknya kamu bersikap kooperatif atau saya tak akan membantumu kalau sampai diseret ke pengadilan.”
Kertas yang dimaksud sudah lama berpindah tangan, tetapi pesan yang Yulyeon tulis terus menggema dalam pikiran Hajoon. Hyung, maafkan aku, katanya pada bagian pembuka. Tolong jangan katakan pada….
Ketukan pintu menyeret Hajoon keluar dari kilas balik empat tahun lalu tersebut.