Come Back to Me

Erlin Natawiria
Chapter #15

Role Model

Apa yang kamu katakan jadi salah satu alasanku nekat menemuimu ke sini.

Leher Alya meremang kala mengingat momen tersebut sebelum pulang. Dekatnya jarak antara dirinya dan Hajoon menjadi terus membayanginya. Padahal, Alya berencana membicarakan masalah Mila dan mendiskusikan kondisi keuangan dengan Alaric.

Namun, selepas mandi dan berganti pakaian, Alya malah mengambil topeng beruang yang tergantung dekat cermin. Sekonyong-konyong, benaknya memutar ulang obrolannya bersama Hajoon dan Yulyeon di convenience store Bibi Areum.

*

“Jawaban….” Alya menerawang. Di hadapannya, Yulyeon menunggu penuh harap, sementara Hajoon memicingkan tatapannya pada sang maknae CALYTRIX. “Oh, alasanku menaruh kepercayaan pada kalian….”

Lidahnya mendadak kelu. Bukan karena tak memiliki alasan, justru penjelasannya cukup panjang sampai Alya perlu memilah bagian-bagian penting supaya tak berbelit-belit. Apalagi dia masih nervous berhadapan dengan idolanya.

“Sebenarnya, hal ini berhubungan dengan keluargaku,” katanya yang serta-merta menarik perhatian Hajoon dan Yulyeon. “Aku sulung dari dua bersaudara. Adikku, Alaric, seusia denganmu, Yulyeon.”

“Benarkah? Aku justru satu-satunya anak sulung di antara kelima anggota CALYTRIX,” sahutnya. “Mungkin aku akan memahami posisimu.”

Alya harap juga demikian. “Dari kecil, kedua orangtuaku membentukku sebagai role model Alaric. Harapannya supaya dia punya panutan yang mudah dijangkau. Mulanya, aku enggak terlalu memusingkan hal itu. Lagipula aku senang punya adik yang bisa diajak bermain, baik di rumah atau sekolah.

“Tapi saat masuk sekolah menengah dan punya circle pertemanan sendiri, aku malah… terombang-ambing.” Alya meringis. “Orangtuaku terlalu sibuk menjadikanku contoh sampai lupa aku juga butuh sosok seperti itu. Saat Alaric menjadikanku pegangan, aku malah harus menopang diriku sendiri.”

Terlambat bagi Hajoon memperingatkan Yulyeon untuk menyimak sampai akhir, sebab pemuda itu menyahut, “Kemudian saat itu, kamu menemukan CALYTRIX.”

Untuk sebagian orang, sikap Yulyeon barangkali terkesan menyebalkan. Namun, yang Alya lihat dari sosok itu adalah rasa penasaran yang besar.

“Kurang lebih. Aku menemukan kalian dari temanku yang rutin cek daftar trainee di agensi.” Tibalah Alya di salah satu momen krusial. “Seperti yang Hajoon tanyakan, kenapa CALYTRIX di antara sekian rookie group? Jawabannya simpel, kalian mencatut nama bunga favorit ibuku.”

Kedua pria di hadapannya sama-sama mengeluarkan ‘waaah’, antara takjub dan tak percaya. Alya meneruskan, “Dari situ, aku menelusuri profil kalian di website, menonton vlog dan cuplikan video latihan. Ini bukan pengalaman pertamaku menyimak grup, tapi kalian—kalian sangat passionate.”

Lihat selengkapnya