Persiapan fansign CALYTRIX dimulai pekan ini.
Antusiasme Strarry Flowers Indonesia yang tinggi saat ketentuan raffle diumumkan membuat Harry optimis acaranya bakal sukses besar. Hanni juga berhasil mendapatkan venue untuk 200 penggemar yang bakal beruntung bertemu langsung dengan mereka.
Namun, Alya tak merasakan percik semangat selama mengurus keperluan fansign. Terutama setelah semalam saat mengikuti online meeting dengan CEO Jun.
“Nona Kahyana, terima kasih sudah bersedia bergabung bersama kami.” Hanya perasaan Alya atau aura CEO Jun tak sekharismatik yang dia ingat? “Dalam pertemuan ini, kita akan bahas poin-poin penting pada draf kontrak yang Sekretaris Bo kirimkan beberapa hari lalu. Apa Anda sudah mempelajarinya?”
“Ya, saya sudah mempelajarinya.” Bahkan Alya menandai poin-poin yang ingin ditanyakan walau dia yakin respons CEO Jun bakal sesuai ekspektasinya.
Pria berkemaja biru tua di layar laptopnya lantas mengambil tablet. “Saya akan membacakan hal-hal yang wajib dipenuhi Anda sebagai Nona Ungnyeo. Satu, mengikuti jadwal syuting untuk kebutuhan konten promosi, album, dan acara CALYTRIX. Untuk itu, agensi meminta Anda berkunjung ke Seoul untuk memenuhi agenda tersebut.”
Alya tercengang. “M—Maaf, saya harus ke Seoul?”
“Tentu. Memangnya tempat kerjamu mampu mengakomodasi studio dan talent untuk produksi?” Ucapan menyakitkan yang benar adanya. “Sekretaris Bo sudah membahas ini bersama atasanmu. Sebentar lagi kamu akan diminta mengurus visa dan paspor.”
“Paspor saya baru diperpanjang dua bulan lalu.”
“Bagus, bagus!” CEO Jun meneruskan ke poin berikutnya. “Dua, identitas Anda sebagai Nona Ungnyeo hanya boleh diketahui Music High Entertainment. Pihak-pihak yang terlibat dalam produksi akan menandatangani perjanjian terpisah terkait poin ini.”
“Tuan,” Alya mengangkat tangan, “apa artinya saya juga tak boleh memberitahu rencana keberangkatan ke Seoul kepada… keluarga?”
Kening CEO mengernyit. “Apa ada anggota keluarga Anda yang tahu?””
“Hanya adik saya,” jawabnya setengah mencicit.
“Sebaiknya jangan katakan apa-apa pada mereka tentang kegiatan Anda sebagai Nona Ungnyeo. Bilang saja ada urusan terkait fansign,” ucap CEO Jun sambil lalu. “Saya juga meminta Sekretaris Bo mengatakan hal yang sama pada atasan Anda.”
Meski berat, Alya perlu merahasiakannya dari Alaric untuk sementara waktu.
"Tiga,” lanjut sang CEO, “fee Anda akan dibayar per konten sesuai prosedur agensi. Kami akan menawari Anda pembayaran sebagai pekerja lepas. Anda bisa menyerahkan rate card atau kami yang menawarkan tarifnya.”