Come Back to Me

Erlin Natawiria
Chapter #21

Proses Kreatif

Alya kira kunjungan pertama ke Music High Entertainment cukup mempersiapkannya berpapasan dengan talent dan trainee berparas rupawan. Namun, kedatangan berikutnya untuk menemui CALYTRIX malah menurunkan kepercayaan dirinya.

“Tiga perempuan yang satu lift dengan kita barusan bakal jadi girl group pertama yang didebutkan agensi,” bisik Manajer Na sesampainya mereka di lantai enam. Kemudian, dua pemuda berpakaian olahraga berjalan ke arah mereka dan memberikan anggukan singkat. “Kalau yang tadi trainee dari audisi tahun lalu.”

“Manajer Na,” mereka berhenti di depan ruangan bertuliskan Meeting Room, “aku kagum dengan kepercayaan dirimu saat bekerja bersama mereka.”

“Bicara apa kamu, Alya,” sahutnya sambil tertawa hambar. “Saya juga sempat minder di tahun pertama kerja di sini. Rasanya seperti masuk katalog majalah model.”

Pintu ruangan terbuka sebelum Alya maupun Manajer Na memegang handle. Kepala Hajoon menyembul dari celah. “Ternyata kalian. Ayo, masuk. Semuanya sudah kumpul.”

“Saya hanya mengantar Alya,” ujar Manajer Na. “Nanti perwakilan dari tim kreatif akan menyusul. Kalian bisa mulai duluan.”

Alya menunggu Manajer Na berbelok sebelum mengalihkan perhatian pada Hajoon. “Benar kamu siap bertemu mereka?” tanya pria itu.

“Kurasa lebih nyaman bicara tanpa menyembunyikan identitas.” Bagaimana pula Alya menyamar saat topeng beruangnya tertinggal di Jakarta. “Bisa aku masuk sekarang?”

Ketika Hajoon membukakan pintu lebih lebar, Alya mengembuskan napas panjang sembari memindai ruangan. Tiga pria rupawan yang duduk di ujung meja menghentikan obrolan seru mereka dan memusatkan perhatian padanya.

Seperti yang Alya duga, mereka semua tertegun.

“Kamu—” Gaeul yang kali pertama memecah keheningan. “Kamu yang kami temui di Jakarta kemarin, bukan?”

“Iya, namanya Alya kalau kalian lupa,” Hajoon yang menjawab. “Lalu, seperti yang aku jelaskan tadi, dia adalah sosok di belakang persona Nona Ungnyeo.”

*

Manwol dan Gaeul yang tak sungkan memperlihatkan keingintahuan mereka pindah ke kursi depan untuk menyimak presentasi Alya. Sementara Johwa, meski memilih tetap di tempat, turut mengamati dalam diam. Hanya Hajoon yang dapat diandalkan untuk memastikan pertemuan siang ini berjalan lancar.

“Terima kasih sudah datang di tengah kesibukan kalian.” Alya memulai presentasinya. “Sesuai yang disampaikan pada Hajoon kemarin, saya ingin membagikan gagasan terkait konsep album CALYTRIX. Khususnya untuk menyelipkan kehadiran Yulyeon yang belakangan diributkan Starry Flowers.

“Idenya cukup sederhana: kita bisa membawa Yulyeon sebagai,” Alya mengubah slide presentasinya menjadi foto kelinci, “hewan representasinya saat menjadi idol.”

Sementara Manwol dan Gaeul mengerjap, Johwa mengangkat tangan. “Apakah ini terinspirasi dari reinkarnasi?”

“Kurang lebih.” Senang rasanya ada yang menangkap cepat gagasan itu. “Ide ini datang setelah saya ziarah ke makam ibu. Beliau pernah bilang akan mengawasi saya sebagai kupu-kupu setelah meninggal. Lalu kemarin, saya melihat kupu-kupu yang dimaksud.”

Giliran Manwol yang menanggapi, “Aku pernah mendengar cerita semacam itu. Bagus juga kalau kita pakai buat konsep album.”

Lihat selengkapnya