Come Back to Me

Erlin Natawiria
Chapter #23

Bukan Kabar yang Dinantikan

Dua hari sebelum terbang ke Jakarta, CALYTRIX disibukkan jadwal latihan koreografi dan rekaman. Sementara Alya bergabung bersama tim yang akan menggelar fansign di Korea Selatan. Laporan dari pertemuan ini yang dia jadikan sebagai penyamaran untuk menyembunyikan misi sesungguhnya.

Setelah itu, Alya bakal disibukkan pekerjaan di Jakarta.

Kemudian, dia sadar hubungannya dan Hajoon tak akan mendapatkan perlakuan seperti saat mereka menjadi sepasang kekasih.

“Manajer Lee akan tiba dalam setengah jam. Apa semua barangmu sudah dikemas?”

“Sudah, aku tinggal mengecek paspor dan tiket.”

Terdengar bel pintu berbunyi. Manajer Na mengisyaratkan Alya menunggu sementara dia mengecek tamu yang berkunjung.

“Hajoon!” Alya hampir tersandung kaki meja kala mendengar seruan sang manajer. “Selagi kamu di sini, bisa temani Alya sebentar? Saya mau ke bawah.”

“Dia aman bersamaku, Manajer Na.”

Terdengar pintu tertutup disusul langkah kaki mendekati kamar Alya. Cepat-cepat, dia mengalihkan perhatian pada paspor kala Hajoon membuka pintu. Saat jarak mereka menyempit, fokusnya kian bercabang. Pria itu duduk di samping kaki, lalu menopangkan kepalanya pada lutut Alya.

“Bawa aku bersamamu,” ucap Hajoon yang disambut tepukan dari paspor Alya.

“Kenapa kamu ke sini?” Jeda beberapa hari belum cukup melatih perempuan itu bersikap normal. “Bukannya ada jadwal rekaman?”

Sang lawan bicara malah mengedik. “Aku minta tukar tempat dengan Johwa, tapi tetap tidak bisa mengantarmu ke bandara karena jaraknya lumayan jauh.”

“Lalu, apa yang ingin kamu sampaikan?”

“Sebelum Manajer Na memergoki kita….” Hajoon bangkit, lalu menempatkan salah satu tangannya di sisi kiri tubuh Alya. Sementara tangan lain menangkap dagu perempuan itu untuk kemudian ditarik perlahan hingga bibir mereka saling terpaut.

Tak ingin kehilangan keseimbangan, Alya memegangi lengan atas Hajoon. Dibandingkan sebelumnya, ciuman kali ini lebih lembut dan teratur. Seolah-olah waktu di sekitar mereka berhenti dan menunggu sampai urusan tersebut selesai.

“Sebentar lagi,” bisik Hajoon saat mengakhiri kecupan mereka. “Aku sangat menantikan fansign dan konser CALYTRIX di Jakarta.”

“Bersama tim besar, kita enggak akan bisa bergerak leluasa,” Alya mengingatkan. “Aku juga sibuk mengurus banyak hal.”

“Begitu pula denganku. Lalu,” ekspresi wajahnya mengeras, “setelah aku menyampaikan rahasia itu, kamu mungkin bakal menyesal pernah mengenalku.”

Lihat selengkapnya