Come Back to Me

Erlin Natawiria
Chapter #25

Hari Besar

“Pukul berapa ibumu datang ke sekolah?”

“Jam istirahat kedua, sekitar pukul 12 siang.”

“Apa aku atau Alaric perlu menemanimu?”

“Enggak perlu. Ada Bu Emi yang akan bicara pada Ibu.”

Bermodalkan nomor telepon kerabat keluarga, Alya berhasil mendapatkan nomor telepon ibu Mila yang bernama Hera. Mereka awalnya ragu perempuan itu bakal merespons mengingat hubungannya dengan sang anak sulung kurang baik. Namun, saat mengetahui perbuatan Nandar, Hera bersedia datang ke sekolah.

“Minggu ini aku bakal sibuk mengurus fansign, jadi nanti gantian Alaric yang mendampingi.” Pandangan Alya tertuju pada poster CALYTRIX yang terpasang di salah satu dinding kamar. Kemuduan, dia duduk di tepi ranjang. “Jujur, Mila, aku iri padamu.”

Sang lawan bicara duduk menghadapnya. “Apa yang bikin Mbak bilang begitu?”

“Waktu mengantar surat dokter ke sekolah, Bu Emi cerita tentang prestasimu dan keterlibatanmu di klub bahasa Korea.” Wajah Mila memerah mendengarnya. “Ya, aku sudah tahu mengenai tawaran pertukaran pelajar sebelum kamu memberikan dokumen padaku. Makanya aku mendukung, sebab kamu serius menekuninya.”

“Mbak iri saya ikut pertukaran pelajar?” Ekspresi kebingungan Mila malah mengundang tawa darinya. “Atau gara-gara saya lancar bahasa Korea?”

Bagaimana menjelaskannya pada Mila? Mereka sama-sama anak pertama, bedanya Mila punya keleluasaan memilih minat dan cita-cita walau harus menghadapi perpisahan kedua orangtuanya. Bahkan di tengah kesibukan sekolah, dia mengelola akun fan page CALYTRIX yang jumlah followers-nya fantastis.

Nevermind.” Mungkin Alya bakal memaparkannya lain waktu. “Semoga pertemuan besok berjalan lancar. We’re rooting for you.”

Saat hendak menutup pintu kamar, Mila memanggilnya. “Mbak Alya.”

Alya berbalik cepat. “Ya? Kamu perlu sesuatu?”

Sosok itu menggigit bibir bawahnya. Ada keraguan yang terpancar kala mereka bersitatap. Alya memilih menunggu sampai akhirnya Mila meneruskan,

“Semoga Mbak juga lancar mengurus fansign CALYTRIX.”

*

<Hanni> Kata Boris, CEO Jun ikut ke Jakarta.

<Olive> Apa karena ini bakal jadi tahun terakhir mereka sebelum d-word.

<Hanni> d-word apaan dulu nih?

<Alya> Disbandment.

<Olive> NGGAK USAH DIINGETIN, ALYAAA

Alya tersenyum masam membaca pesan-pesan di chat group itu. Jelas alasan CEO Jun bukan demi menemani CALYTRIX di bulan-bulan terakhir mereka sebagai grup. Dia ingin memastikan Alya menepati kesepakatan, apalagi sudah ada sasaeng yang memerasnya.

As he deserved, komentarnya kala Hajoon mengabari foto-foto mereka yang nyaris tersebar ke publik. Sesekali dia harus meminum racun yang diberikannya pada orang lain.

Lihat selengkapnya