Come Back to Me

Erlin Natawiria
Chapter #27

Kali Kedua Patah Hati

Tiga hari lalu, setelah Hajoon berbagi rahasia yang disimpannya, Alya membawa mobil tanpa tujuan pasti. Di antara jeritan klakson dan wajah-wajah kesal yang berpapasan dengannya, benaknya terus mengulang isi surat Yulyeon sampai dia ingin muntah.

“Kenapa,” gumamnya di tengah tangisan yang menderas, “dari semua orang yang kukenal, harus kalia yang mengkhianatiku?”

Pandangan yang mengabur menyulitkan Alya mengarahkan mobil. Setelah menyeka air mata, dia menangkap seorang perempuan seumuran ibunya melintasi zebra cross. Dengan cepat, dia membelokkan mobil dan mengeremnya sebelum menabrak warung nasi goreng.

Orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut mengerumuninya. Alya sudah siap mendengar makian. Namun, saat pintu terbuka, hal pertama yang dia dengar adalah,

“Mbak enggak apa-apa?”

Sontak, air matanya kembali mengalir. Kerumunan itu bergumam kebingungan, tetapi tetap membantunya menenangkan diri. Seorang perempuan berdaster, yang Alya tebak adalah penjaga warung, membawakannya segelas teh hangat untuknya.

“Minum dulu, Neng,” pintanya. “Duduk dulu, yuk, di warung saya biar tenang. Bahaya nyetir kalau lagi linglung begini.”

Mama. Kata itu tertahan di ujung lidah kala menerima minuman. Aku butuh Mama.

*

Dia terus nelepon kamu, Mbak.” Alaric menyuapkan sup ayam yang Mila beli di warung dekat sekolahnya pada Alya. Sudah tiga hari pula dia izin sakit kerja. “Kalau enggak tahu kenapa Mbak mendadak senewen, mungkin aku udah minta orangnya datang ke rumah.”

“Bakal kublokir nomornya.” Mendengar penjelasan pria itu seperti menyantap sup memakai garpu. Sebuah kesia-siaan. “Kalau Papa masih ada—”

“—bakal habis dia,” sang adik menyambar. “Kupikir dia dan teman-temannya beda dari grup K-pop lain. Ternyata begitu kena kasus, ujung-ujungnya cari aman di ketek agensi. Mustahil juga agensinya melepas grup yang jadi bank berjalan mereka.”

Fakta bahwa Yulyeon berasal dari keluarga berada makin memudahkan agensi menyembunyikan skandal. Saat Hajoon mengatakan surat asli itu sudah berpindah tangan, dia yakin baik agensi maupun orangtua Yulyeon tahu mengenai kecelakaan tersebut. Lalu, mereka berusaha menutupinya.

“Aku mau lanjut istirahat.” Pusing Alya memikirkan menyangkut kecelakaan yang menimpa ibunya. “By the way, aku belum dengar kelanjutan pertukaran pelajar dari Mila.”

“Terakhir dia bilang—oh!” Alaric membelalak. “Hari Senin dia ada interview. Kalau enggak salah udah tahap akhir.”

Paling tidak, ada satu hal positif yang dapat Alya nantikan. Jadi, dia tak perlu terus memikirkan pria yang mematahkan hatinya dua kali.

*

Tak perlu menunggu lama bagi Alya untuk mendengar kabar yang dinantikan.

Mila dinyatakan lolos seleksi program pertukaran pelajar ke Korea Selatan.

“Syukurlah ibumu bersedia membantu memenuhi persyaratan wali.” Alya memanggang selembar daging sapi kualitas premium pada grill yang panas. Untuk perayaan, dia mengajaknya dan Alaric makan di restoran Korea. “Berarti, kamu terbang setelah UAS?”

Lihat selengkapnya