Come Back to Me

Erlin Natawiria
Chapter #32

Post Concert Disaster

Manajer Lee menatap satu per satu pemuda yang duduk berdampingan di meja, sementara Manajer Na membereskan perlengkapan yang digunakan untuk live. Tak seperti konser-konser sebelumnya, sesi malam ini terasa agak canggung. Bahkan Manwol dan Gaeul yang biasanya penuh energi hanya melempar beberapa kali celetukan singkat.

“Manajer Lee, Manajer Na,” panggil Hajoon saat mereka hendak meninggalkan kamar. “Terima kasih atas bantuan kalian malam ini. Kami sadar mengikuti permintaan dari Nona—maksudku Alya bakal berdampak pada pekerjaan kalian. Jadi, kalau CEO Jun sampai mengancam atau semacamnya—”

“Hajoon, sudahlah.” Manajer Lee menepuk pundaknya. “Kalian memang kadang sulit diatur, tetapi kekompakan kalian juga yang membuat saya bertahan. Kontrak saya dengan agensi sebentar lagi berakhir, tak ada salahnya bandel demi menyenangkan kalian.”

“Sebaiknya kalian menyiapkan diri bertemu CEO Jun di Seoul,” ujar Manajer Na. “Dia yang harus kalian cemaskan. Jangan sampai kalian dipersulit keluar dari agensi.”

Kedua manajer tersebut pamit pergi beberapa menit kemudian. Mendengar saran Manajer Na, Hajoon seketika dilanda dilema. Mereka tetap harus kompak sebelum menghadapi CEO Jun demi mengakhiri kontrak yang menyiksa.

Di sisi lain, Hajoon cemas dia tak mampu menyimpan rahasia Yulyeon terlalu lama. Sanggupkah dia bertahan sampai mereka menerima surat pemutusan kontrak?

“Setelah menyaksikan aksi Nona Ungnyeo malam ini, aku penasaran….” Johwa mendaratkan tubuhnya pada sofa di pinggir jendela. “Kira-kira, apakah ada rahasia lain yang bakal kita dengar menjelang akhir kehidupan CALYTRIX?”

Hyung bicara seolah-olah kita bakal menghabisi CALYTRIX,” sahut Manwol. Tatapannya kemudian beralih pada Hajoon yang masih berdiri dekat pintu. “Omong-omong soal Nona Ungnyeo—eh, apa kita bisa panggil dia Alya saja?”

Hajoon mengedik. “Sesuai pernyataannya, Nona Ungnyeo sudah pergi malam ini.”

Pria itu manggut-manggut. “Hyung, maaf kalau aku terkesan mau tahu. Aku teringat dinner selepas fansign. Kamu mendadak pergi, lalu baru kembali bersama Manajer Lee. Alya tidak bergabung makan bersama kita saat itu.

“Mungkin hanya pikiranku yang berkelana terlalu jauh, tapi,” Manwol meringis, “apa kalian bertemu malam itu?”

Celetukan Manwol lantas mengundang tatapan curiga dari Johwa dan Gaeul. Jujur, Hajoon tertegun. Barangkali, ini juga tanda dia perlu membuka kartu As terakhirnya.

“Kejelianmu bikin aku minder,” sahut Hajoon, “boleh aku tahu alasanmu menyimpulkannya? Kenapa tiba-tiba kamu menduga aku kabur untuk bertemu Alya?”

“Karena kalian kelihatan akrab sekali.” Manwol mengusap tengkuknya. “Lalu, aku juga… melihat kalian turun dari rooftop sebelum rehearsal.”

Terdengar ‘aaah’ rendah dari Gaeul, sementara Johwa hanya berdecak singkat.

Lihat selengkapnya