“Kuharap ceritaku memberikan sudut pandang pada kasus kematian ibuku dan,” perlahan, Alya melepas napas berat, “keterlibatan Yulyeon di dalamnya.”
Keempat pria di hadapannya terdiam. Tak ada seorang pun yang berani membalas kontak mata selepas menyimak kisahnya. Alya tak meminta dikasihani, sungguh. Meski masih berat, menceritakan kondisi yang dia dan Alaric alami selepas kematian orangtua mereka sedikit banyak memberikan ketenangan untuknya.
Akan tetapi, Alya hanya memberikan bagian-bagian yang ingin CALYTRIX dengar. Kekisruhan mengenai rumah warisan sang ayah hingga penangkapan pamannya bukan informasi yang menurutnya berpengaruh pada penilaian mereka.
“Terima kasih, Alya, sudah membagikan kisahmu meski pasti berat.” Johwa yang kali pertama memberanikan diri bersitatap dengannya. “Kami akan bicara berempat di kamar. Apa tak masalah kamu ditinggal sendiri di sini sebentar?”
Diliriknya Hajoon yang menangkupkan wajah pada telapak tangan. Sepertinya, Alya perlu mengambil keputusan sendiri.
“Baiklah,” katanya sambil beranjak dari kursi. “Semoga keteranganku membantu kalian menyelesaikan masalah.”
*
<Hanni> Lo di mana? Udah maksi?
<Alya> Masih di luar, ada urusan bentar.
<Alya> Makan mah gampang, di rumah aja.
<Hanni> Ada yang mau gue obrolin.
<Alya> Aku telepon sekarang, ganggu enggak?
Alih-alih menerima balasan, Alya mendapati Hanni meneleponnya. Segera, dia menerima panggilan tersebut.
“Heh, sori ganggu bentar,” sapa Hanni. “Barusan Pak Harry manggil gue, nanya gimana kabar lo. Gue jawab sekenanya aja. Terus dia lanjut, beberapa hari terakhir banyak media yang ngontak Boris buat ngajuin wawancara sama lo.”
Alya berdecak sebal. Rupanya para wartawan itu belum menyerah. “Apa pernyataanku pas konser kurang jelas? Personaku sebagai Nona Ungnyeo udah berakhir.”
“Gue paham, tapi lo tahu sendiri media di Indonesia kayak gimana. Goreng terus selama masih viral biar fee yang masuk banyak.” Sang rekan kerja sama-sama terdengar gusar. “Pak Harry minta solusi, soalnya dia enggak bisa kasih izin WFH lama-lama sama lo. Antrean fanmeet sana konser tahun depan panjang banget, nih.”
Menangkap urgensi dari ucapan Hanni, Alya perlu memikirkan jalan keluar yang tegas. Masalahnya, dia sulit berpikir jernih saat berada satu tempat bersama CALYTRIX. Lebih tepatnya Hajoon. Selain itu, Hanni tak boleh tahu lokasinya sekarang.