Come Back to Me

Erlin Natawiria
Chapter #36

Surat Perpisahan

Satu minggu sebelum memulai tur Amerika dan Eropa, dua bulan menuju konser encore. Biasanya, euforia melanda Hajoon kala berhadapan dengan Starry Flowers dari berbagai negara. Di sela-sela kunjungan, dia bersama teman-temannya bakal mengunjungi lokasi wisata atau menikmati hidangan khas yang belum pernah mampir di lidah mereka.

Kini, dengan tambahan hari, venue besar, serta tanda sold out di hampir semua destinasi, limpahan antusiasme tersebut justru berkurang. Hajoon mengira sedang kelelahan. Namun, ketiga rekannya ternyata mengalami hal serupa.

Terutama setelah rahasia Yulyeon terungkap.

“Bayangkan reaksi Starry Flowers seandainya kita mengungkit kasus Yulyeon ke publik.” Sambil menunggu jadwal keberangkatan, Hajoon menyimak ‘rapat dadakan’ yang Johwa gelar di lounge. “Kita bakal memasuki babak baru yang lebih rumit dan timpang.”

“Makanya, aku menawarkan tim pengacara terbaik dari firma ayahku, tapi kenapa kalian malah menolak?” Manwol bersungut-sungut. “Mereka tahu siapa pengacara yang CEO Jun gunakan dan bakal memakai kelemahannya buat melumpuhkan mereka.”

“Aku tidak meragukan rekomendasimu, hanya saja kita perlu membicarakan topik ini bersama Alya,” Hajoon melirik keadaan sekitar; memastikan pembicaraan mereka tak tertangkap para penumpang yang lalu lalang. “Alya adalah salah satu kunci terpenting yang bisa membantu kita… seandainya dia bersedia kasus kematian ibunya dibuka lagi.”

“Lantas, kita bakal membiarkan CEO Jun makin bertindak semena-mena?” Giliran Gaeul yang meningkahi perdebatan tersebut. “Aku kasihan sama grup-grup yang bakal debut setelah kita putus kontrak.”

Bibir Johwa terbuka sesaat, tetapi dengan cepat tertutup. Seakan menyadari bukan dia yang mengisi posisi leader CALYTRIX, matanya mengerling pada  Hajoon. Meminta kesimpulan sementara sebelum mereka bertolak pulang.

“Kita bahas setelah bertemu CEO Jun.” Hajoon menarik koper kala mendengar pengumunan keberangkatan pesawat mereka. “Entah kenapa aku merasa dia bakal kasih kejutan baru buat kita.”

*

Rombongan CALYTRIX tiba pukul dua dini hari di Seoul. Bahkan pada jam-jam tersebut, mereka tetap dikerubungi wartawan serta Starry Flowers. Manajer Lee sempat kewalahan menghalau kalau tak dapat bantuan dari bodyguard kiriman CEO Jun.

Di lobi bandara, Sekretaris Bo menyambut mereka bersama dua minivan hitam yang siap mengantar pulang. Hajoon sampai mengembuskan napas lega membayangkan kasur empuk di apartemen. Akan tetapi, rombongan tersebut terpaksa menunda waktu istirahat kala sang sekretaris berkata,

“Kita akan pergi dulu ke kantor agensi. CEO Jun ingin menemui kalian. Sekarang.”

*

Bersama segenggam permen kopi hitam, Hajoon mengikuti Sekretaris Bo menuju ruang rapat. Datang ke kantor agensi lewat tengah malam bukan sesuatu yang asing bagi talent dan staf. Bedanya, kali ini, Hajoon merasakan aura negatif kala jarak mereka menuju tempat tujuan kian mendekat.

Lihat selengkapnya