Blurb
Ini cerita tentang tiga orang saudara perempuan yang memilih jalan hidup masing-masing dan dihadapkan pada dilema untuk kembali pulang ke rumah.
Setelah orang tua mereka meninggal, rumah di kota kelahiran dibiarkan kosong.
Karina, anak sulung yang paling stabil, menjalani kehidupan sebagai karyawan, istri, dan ibu dari Alyssa. Kehidupannya runtuh ketika mengetahui suaminya diam-diam menikah siri dengan perempuan lain yang kini sedang hamil. Di tengah rencana perceraian yang menguras emosi dan keuangan, Karina memegang satu hal yang tidak ingin ia kehilangan: rumah masa kecilnya.
Sheila, anak tengah yang dikenal sebagai penulis terkenal, sedang mengalami masa paling gelap dalam kariernya. Ia tidak bisa menulis satu kalimat pun sejak mengalami hubungan yang manipulatif dan penuh tekanan dengan editor yang juga kekasihnya. Writer"s block itu membuatnya kehilangan arah dan perlahan kehilangan dirinya sendiri.
Nadia, si bungsu yang paling lama bertahan di rumah mereka. Ia mengelola sebuah kafe kecil, merawat rumah peninggalan ibu, dan menanggung kesepian yang tidak pernah disadari kedua kakaknya.
Sampai akhirnya Nadia membuat keputusan besar: ia ingin menjual rumah itu dan menggunakan uangnya untuk mengejar mimpi kuliah culinary di Paris.
Keputusan itu memaksa Karina dan Sheila pulang untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun.
Bagi Karina, rumah itu adalah satu-satunya tempat yang terasa aman di tengah hidupnya yang berantakan.
Bagi Sheila, rumah itu justru tiba-tiba menjadi tempat di mana kata-kata kembali mengalir dan cerita baru lahir.
Namun bagi Nadia, rumah itu adalah simbol dari semua hal yang menahannya di masa lalu.
Pertemuan mereka berubah menjadi serangkaian pertengkaran, kenangan lama, dan pengakuan yang selama ini tidak pernah diucapkan. Tiga perempuan yang dibesarkan di rumah yang sama ternyata menyimpan versi luka yang berbeda tentang keluarga mereka.
Dan ketika masa depan rumah itu akhirnya harus diputuskan, mereka juga harus memutuskan sesuatu yang jauh lebih sulit:
Apakah pulang berarti mempertahankan tempat yang sama atau berani melepaskannya agar masing-masing bisa menemukan jalan pulang mereka sendiri?