Complicated Boss

Rina susanti
Chapter #1

Bab 1

Jangan membenci sesuatu karena bisa jadi yang kamu benci itu yang terbaik buat kamu. Jangan membenci sesuatu karena keadaannya bisa saja berbalik, kamu jadi menyukainya. Jangan terlalu membenci sesuatu karena bisa saja keadaan memaksamu untuk menyukainya. Dan itu yang kurasakan sekarang, setelah bersumpah dalam hati tidak akan bekerja pada Bu Hardjo, hari ini berada di kantornya, sebagai karyawan. 

Ya, ini hari pertama aku bekerja di perusahaan Bu Hardjo. Bu Mita mengajak keliling kantor, menunjukkan ruangan-ruangan di sini. Jangan bayangkan kantor ini berupa gedung bertingkat seperti perkantoran di Jakarta. Gedung kantor berupa rumah tua yang besar dengan desain rumah jaman Belanda. Kabarnya rumah ini dulu memang milik Tuan Tanah Belanda. Rumah dan halamannya luas. Beberapa bagian sudah direnovasi tanpa meninggalkan kesan klasiknya sebagai rumah jaman Bbelanda. Aku ingat Bapak pernah cerita, Bu Mita adalah orang kepercayaan Bu Hardjo nomor satu di kantor, pemegang uang di perusahaan atau istilahnya bagian finance. Aku juga ingat pernah bertemu Bu Mita di pesta pernikahan anak tertua Bu Hardjo, tapi Bu Mita pasti tidak mengingat itu. Kutaksir usia Bu Mita tidak beda jauh dengan Bu Hardjo.

Dari penjelasan Bu Mita, aku mengambil kesimpulan jika pengelolaan perusahaan masih kental dengan nuansa kekeluargaan ala UMKM. Bisnis Bu Hardjo memang berawal dari usaha rumahan yang kemudian berkembang seperti sekarang. Kebanyakan karyawan bagian administrasi yang jumlahnya tidak sampai 20 orang, usianya setengah baya dan sudah bekerja di sini sejak usaha ini berdiri 20 tahun lalu. Kantor ini adalah pusat administrasi dari perusahaan Bu Hardjo yang memberdayakan puluhan pembatik tulis lokal, selain batik tulis Bu Hardjo juga memproduksi batik cap dengan desain eksklusif dan dibuat dengan jumlah terbatas atau sesuai pesanan. 

Kantor ini juga merangkap kantor suaminya yang merupakan seorang kontraktor. Sedikit yang kutahu dari Bapak, suami Bu Hardjo adalah seorang kontraktor, mengerjakan proyek pembangun komplek perumahan, ruko, kost-kostan dan penginapan di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. 

Kalau dulu manajemen usaha Bu Hardjo dan Pak Hardjo terpisah walaupun terletak dalam satu kantor, kini digabungkan, jelas Bu Mita, karena kini usaha ini dipimpin satu orang. Penggabungan baru dilakukan enam bulan lalu.

Aku jadi ingat, Ibu pernah cerita jika suami Bu Hardjo terkena stroke, jadi mungkin usaha Pak Hardjo dipegang Bu Hardjo.

Pusat pembatikan Bu Hardjo berada di kota Klaten. Almarhum Bapakku dulu di tempatkan di sana menjadi kepala gudang. Batik-batik tulis dan cap yang dibuat eksklusif pesanan para desainer ibu kota, para istri pejabat, orang pemerintahan, batik seragam kantor atau batik pesanan para pengusaha yang ingin memberikan batik eksklusif sebagai hampers. Selain itu Bu Hardjo juga memiliki brand batik sendiri dengan butik yang tersebar di kota-kota besar. 

Dulu pernah diajak Bapak ke pendopo dan gudang batik Bu Hardjo di Klaten dan dibuat terpana melihat batik-batiknya, motif, desain dan warnanya indah, bukan batik yang sering kutemui di pasar-pasar atau yang biasa dipakai daster Ibu. Lalu Bapak membisikkan harganya dan membuat terkejut, harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Harus berapa penghasilanku untuk membeli batik sebagus itu?

Lihat selengkapnya