Complicated Boss

Rina susanti
Chapter #9

Bab 9

Bab 9  Curhat 

Sepulang kantor, aku dan Rara janjian bertemu di sebuah gerai kopi sederhana yang letaknya tengah-tengah antara kantorku dan rumah Rara. Rara yang mengusulkan ide ini karena jika  ke rumahnya terlalu jauh. Setelah memesan kopi dan camilan aku langsung menyodorkan file yang dikoreksi Pak Aryo tadi.  Aku mendengarkan penjelasan Rara, sesekali mencatat di buku notes yang sudah disiapkan. Dengan dibantu Rara bisa menyelesaikannya. Rara menyarankan membeli buku excel dan stastistik, juga menonton tutorial yang kini banyak di youtube.

“Aku sudah nonton youtube beberapa kali tapi kurang paham Ra. Kepalaku malah nambah pusing.”

Berhitung, mengotak-ngatik angka  bukan pelajaran yang aku sukai, tak heran pertemuan dengan Rara kali ini membuat kepala terasa berat. Tapi bertekad, harus bisa, untuk membuktikan jika bekerja di sini karena memang mampu. Kalau Bapak masih ada, pasti dia malu jika anaknya bekerja di perusahaan Bu Hardjo hanya karena namanya bukan karena kemampuan. 

“Tapi sekarang agak pahamkan setelah aku jelaskan?”

“Iya, ada bayangan nggak terlalu blank tapi kalau diberi data lagi belum tentu ingat.”

“Yu, memangnya pas  melamar kerja kamu ngaku bisa mengolah data?”

“Ya nggaklah.”

“Memang pas wawancara tidak dijelaskan job desknya apa?”

Aku menggeleng. Aku tidak bercerita pada Rara jika kerja di sini karena jalur orang dalam, tanpa wawancara, tanpa penjelasan job desk, hanya menduga pekerjaanku jadi admin di gudang. 

“Kayaknya  kamu harus ngambil kursus statistik  excel,  Yu kalau pekerjaanmu berhubungan dengan mengolah data, menganalisa data seperti ini.”

“Memang ada ya, di mana?”

“Biasanya anak statistik semester akhir suka buka jasa itu atau buka jasa pengerjakan data statistik. Karena sifatnya kursus jadi mereka bisa menjelaskan dengan runut dari awal. Banyak juga sih kursus online, tinggal search aja di google.”

“Aku mau kursus offline aja Ra, biar enak nanya-nanya kalau nggak ngerti. Mau ya  kalau ada kontaknya. Tapi nggak mahal kan Ra.”

“Aku kurang tahu soal biayanya tapi kalau pekerjaan kamu berhubungan dengan data kan harus bisa, masa setiap hari main petak umpet sama Bos atau minta bantuan Andini.” 

Aku memang bercerita pada Rara soal pekerjaan beberapa hari ini yang selalu dibantu Andini dan sore ini kabur. 

“Iya kayaknya aku harus ambil kursus. Besok aku tunggu ya Ra, kontak orang yang bisa ngasih kursus.”

Lihat selengkapnya