Connesso

Cano
Chapter #33

Chapter 33 - MIA'S POV

"Baiklah. Aku akan menunggunya bangun. Mia apa kau marah soal kemarin? Kenapa kau tiba-tiba ada di kafe saat aku dan Marcello sedang duduk?" Tanyanya, membuatku kembali mengingat-ingat hal yang sempat kulupakan.

"Itu aku baru selesai mengaudit outlet. Sudah nyaris satu tahun aku kerja di rumah hanya via virtual meeting saja dengan anggota yang lain, kau tahu aku hamil dan ..."

Kulihat Benjamin mengangguk pelan. Karena aku tahu dialah seseorang yang kala itu paling mengerti posisiku, kendati aku belum tahu dia adalah Bennet.

"Kenapa kau bilang begitu pada Marcello? Kemarin dia datang dengan ketus, katanya kau bilang kita melakukan itu ...?" Bisikku hati-hati.

Benjamin terkekeh, seolah ini adalah kebenaran. "Aku tidak bilang begitu, Mia. Aku hanya bilang, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh dua orang dewasa, di dalam rumah yang sepi? Itu saja. Pikirannya saja yang kotor."

"..."

Ah ... iya, sekarang aku mengerti. Benar, Marcello telah salah mengartikan, kataku dalam hati, kendati aku tidak tahu siapa sebenarnya yang benar dan salah.

"Lalu kau menjawab apa?" Tanyanya.

"..."

Aku menoleh cepat, mendadak kesulitan menelan ludah sendiri. Untuk apa Benjamin menanyakan itu? Dadaku berdegup tak karuan, aku khawatir ia keberatan mendengar jawabannya.

"Aku tidak ingin menjawabnya," balasku, lantas mengambil teko dan menuangkan teh ke cangkir.

Aku menoleh sedikit, ternyata Benjamin sedang mengamatiku—ia menahan senyum ambigu seperti seseorang yang sedang menaruh ketidakpercayaan.

"Kenapa?" Tanyaku.

"..."

Benjamin masih saja diam, tapi wajahnya tak berhenti menatapku.

"Apa jawabannya adalah 'ya'?" Tanyanya.

Aku tertegun, menatap wajahnya-berusaha mencari-cari, apakah ia akan marah atau sebaliknya.

Aku membuang napas kasar, dengan dada yang betul-betul tidak karuan ini. Aku meremas gaunku, gugup. Namun tak kuduga, pandangannya ternyata turun ke tanganku yang masih meremas gaun. Sial! Umpatku.

Lihat selengkapnya