Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #4

Tentang Dunia Kripto

Suhandi duduk sendirian di salah satu kafe semi-terbuka dekat lobi gedung perkantoran di kawasan Sudirman. Ia datang terlalu cepat. Janjian dengan Ayu dan bosnya masih tiga puluh menit lagi. Di depannya, segelas americano sudah dingin setengah, busa tipisnya tinggal jejak di bibir gelas.

Ia menghela napas, lalu membuka Instagram. Kebiasaan buruk yang selalu ia lakukan saat menunggu. Sibuk mencari hiburan sekaligus distraksi.

Jempolnya berhenti di satu unggahan dengan judul besar, huruf kapital semua.


SIAPA DI BALIK TOPENG AOZORA-HOLIC?


Alis Suhandi terangkat. Ia memperbesar layar. Lalu matanya aktif membaca.

"Akun anonim @aozoraholic90 belakangan ini gencar menyerang Titus James, Sutanto Alan, hingga Cryptodax. Mengaku pengacara. Mengaku paham hukum juga. Akan tetapi, warganet mulai curiga. Mungkin saja akun itu dikendalikan oleh orang-orang dari circle Ilman Krenz."

Suhandi menyeringai kecil. Dunia kripto selalu terasa seperti pasar malam, yang penuh teriakan, klaim, tuduhan, dan ilusi cepat kaya.

Ia lanjut membaca.


ILMAN KRENZ DIPENJARA, SIAPA OPERATORNYA?


Disebutkan bahwa Ilman Krenz masih mendekam di balik jeruji besi. Tidak mungkin mengelola akun seagresif itu secara langsung. Publik menduga orang-orang terdekatnya yang memegang akses aset digital lama.

Nama-nama mulai bermunculan. Ada Vania Vijaya, tunangannya Ilman. Lalu ada Edric Vijaya, abangnya Vania.

Suhandi menyandarkan punggung ke kursi. Ia teringat obrolan beberapa bulan lalu di warung kopi dekat gudangnya, saat beberapa supir ekspedisi membahas kripto seolah sedang membicarakan skor bola.

“Handi, lo tau gak, duit bisa tumbuh sendiri di hape?” kata salah satu dari mereka waktu itu.

Ia tersenyum pahit sekarang. Tumbuh sendiri, tapi juga bisa mati sendiri.

Postingan itu berlanjut.


JEJAK “RENO CEKER AYAM” YANG TERTINGGAL


Bukti paling kuat: komentar lama Vania yang membalas akun anonim itu dengan mention @RenoCekerAyam. Indikasi bahwa @aozoraholic90 dulunya adalah akun Reno, yang dulunya merupakan online shop sneakers milik Ilman.

Suhandi menggeleng pelan.

“Dunia ini emang kecil,” gumamnya.

Lihat selengkapnya