Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #21

Keanehan di Rumah Rina

"Jujur, Ti," jawab Rina sembari minum wedang jahe buatan rumah, "Tulang ekorku masih sakit. Bahkan, tadi, buat antri lama di bank, masih kerasa sakitnya."

Etiyati hanya menganggukkan kepala beberapa kali. Ia minum sebentar teh tawar yang disuguhkan Rina.

Sementara Suhandi yang membela-belakan diri ikut ke rumah Rina yang agak mewah, tampak tak sabar. Ia sudah ingin bertanya ke inti permasalahan. Apalagi jika bukan tentang surat utang puluhan tahun tersebut.

"Tapi, yah, ini kan," Rina terkekeh, "urusan orang banyak Maka harus segera diselesaikan. Puji Tuhan, walau lama, yah, selesai juga."

'Ini juga urusan orang juga, Bu Rina,' kata Suhandi dalam pikirannya.

Etiyati tampaknya tahu pikiran anak kandungnya. Ia memandang galak Suhandi seolah berkata, 'Sabar, Suh'.

Suhandi cekikikan.

"Seumur-umur cek lab," lanjut Rina lagi, "kali ini semua sempurna. Semua normal, bagus. Hanya... yah, itu, tensiku Tinggi. Dicek tujuh kali, tetep aja tinggi."

"Katanya, kurang-kurangi makan daging," respon Etiyati. "Terutama daging kambing."

"Terima kasih perhatiannya, Ti," balas Rina minum wedang lagi. "Eh, nanti sore, aku mau otw rumah sakit. Semoga semuanya dimudahkan. Kita semua sehat, bagas, dan waras."

"Amin, Rina," ucap Etiyati.

Rina tertawa. "Jadi, nggak enak aku. Jauh-jauh ke mari, sampai rumah aku yang di Karawaci dari rumahmu yang di Kedaung itu."

Tiba-tiba Rina memanggil asisten rumah tangganya yang bernama Murgiyanti, ujarnya, "Leren dilit kamu tuh, Mur. Lanjut nyapu, gih."

"Njih, Bu," Murgiyanti menundukkan kepala.

"Oh, tapi bikinin buat si Mas ini kopi," ujar Rina. "Koyone dia pengen ngopi jane."

Suhandi terkekeh dan mengangguk untuk mengiyakan

Setelah itu, Murgiyanti izin ke dalam sebentar.

"Eh, Ti," lanjut Rina, "minggu kemarin aku sendiri ke gereja. Sejak peristiwa itu. Tapi, tulang ekor ini... sudah protes setiap diajak duduk lama, terutama di kursi yg datar. Tapi... yah, rapopo. Latihan. Lama-lama terbiasa."

Suhandi mengernyit. Pikirnya, 'Peristiwa apa maksudnya? Terus, dalem rumah, serasa ada proyek.'

Suhandi mengedarkan pandangan lagi. Memang benar jika diperhatikan beberapa kali. Dari ruang tamu itu terdengar suara seperti orang sedang menggeser-geser sesuatu dari dalam rumah. Sesekali terdengar bunyi benda jatuh, lalu suara orang berbicara pelan.

"Bu Rina," akhirnya Suhandi memberanikan diri, "lagi renovasi?"

Rina menoleh dan menjawab, "Nggak ada, kok."

"Terus suara apa?"

Rina tertawa kecil. "Oh, itu? Ah, biasa. Ada beberapa barang yang lagi diberesin."

Etiyati melirik anaknya.

Suhandi langsung pura-pura sibuk memperhatikan cangkir kopi yang baru saja diletakkan Murgiyanti di depannya.

"Silakan, Mas," ujar Murgiyanti.

Lihat selengkapnya