Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #25

Tamu Misterius yang Mendadak

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu apartemen Suhandi yang berada di kawasan BSD. Suhandi, yang kebetulan sedang mandi, tergesa-gesa ke arah pintu kamarnya. Itu pun masih mengenakan jas mandi berwarna ungu.

Saat pintu dibuka, ada lima orang. Mereka mengaku penagih utang. Suhandi langsung mengernyit bingung. Karena sampai sejauh ini, ia belum pernah terlibat utang. Sekalipun ia belum pernah mengambil pinjaman secara daring.

"Ini utang atas nama Salim Weweh Frimawan," jawab slaah seorang dari mereka yang berewok.

"Apa-apaan ini?" protes Suhandi. "Kemarin lusa saya baru bertemu dengan Koh Alung. Dia bilang--"

"--tapi Pak Alung berkata sebaliknya," sela Dylan Walintukan yang sekonyong-konyong muncul. "Atau, mau kita bicarakan di dalam saja? Sekalian Pak Suhandi ganti baju dengan yang lebih sopan."

Suhandi menatap Dylan dengan wajah tidak percaya. Ia bertanya dengan nada panik dan bingung, "Pak Dylan?"

Dylan mengangguk. "Iya. Saya sendiri."

"Lah, kok bisa ada di sini?"

"Karena saya tahu mereka akan datang."

Suhandi semakin bingung. Salah seorang pria yang berewok tadi maju selangkah.

"Jadi kita bisa bicara sekarang?"

Dylan mengangkat tangan. "Bisa. Tapi jangan di depan pintu."

Suhandi masih berdiri dengan jas mandi ungunya.NIa melihat kelima orang tersebut satu per satu.

"Tunggu dulu. Kalian ini sebenarnya siapa?"

Pria berewok menunjukkan sebuah map, lalu berkata, "Kami ditugaskan menagih kewajiban lama."

"Atas nama siapa?"

"Salim Weweh Frimawan."

Suhandi mengernyit. "Itu nama engkong saya, tapi apa-apaan ini?!"

"Betul, kan?"

"Tapi engkong saya sudah meninggal."

"Kami tahu. Pak Alung sudah memberitahukan kami."

"Terus kenapa malah datang ke saya?"

Pria itu tidak menjawab.

Dylan mengambil map tersebut. Ia yang menjawab, "Karena mereka menganggap ada hubungan hukum yang belum selesai."

Suhandi semakin kesal saat merespon, "Hubungan hukum?"

Dylan mengangguk. "Makanya saya bilang, lebih baik kita masuk. Dibicarakan di dalam saja."

Suhandi melihat dirinya sendiri. Ia baru sadar bahwa sejak membuka pintu, ia masih mengenakan jas mandi.

"Ya sudah. Tunggu sebentar," Suhandi menutup pintu.

"Jangan pergi!"

"Saya cuma mau ganti baju dulu!"

Dari dalam terdengar suara Suhandi, "Emangnya saya mau kabur pakai jas mandi?"

Salah seorang penagih terkekeh.

Dylan hanya menggeleng.

Beberapa menit kemudian Suhandi keluar kembali dengan kaus dan celana panjang. Mereka semua akhirnya masuk ke ruang tamu. Suhandi duduk di sofa. Dylan mengambil posisi di sebelahnya. Kelima orang tadi duduk berhadapan.

Lihat selengkapnya