Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #30

Obrolan tentang Emas

"Perlu diketahui bahwa emas lebih langka daripada berlian, karena bukan berasal dari bumi. Emas adalah material luar angkasa yang jatuh ke bumi milyaran tahun lalu, dan bumi tidak bisa memproduksi emas. Kalau berlian bisa diproduksi oleh bumi, walaupun melalui proses jutaan tahun. Nggak heran berlian sangat banyak. Harga berlian terus dijaga agar tidak jatuh. Makanya emas menjadi patokan ekonomi dunia."

Suhandi menganggukkan kepala, lalu menyeduh kopi, dan kembali memeriksa pembukaan Weweh Plastic. Setelah itu, ia berkata kepada Roki, "Lo tahu banyak soal emas, yah?"

Roki terkekeh sambil mengusap-usap kumisnya. "Dulu, waktu masih kuliah D3 Ekonomi, aku sempat kerja di toko emas. Yang punya orang China, asli kelahiran Taipei. Tapi pengetahuan emasnya bagus, kok."

"Makanya lo paham ya," Suhandi menyesap kopinya, "bahasa Tionghoa?"

"Si Kokoh bisa aja..." balas Roki sambil minum teh. "Tapi, Koh, hati-hati, lah. Masa sampai open BO cuma buat nyelidikin utang puluhan tahun engkong sendiri?"

"Dah, lah," Suhandi terkekeh. "Nggak usah ikut campur. Sesekali nyemplung ke air keruh, biar hasilnya maksimal. Eh, sesekali ajarin caranya ngikir emas."

"Yang kayak di film Warkop itu?" Roki mengernyit. "Wah, si Kokoh mulai nakal...."

"Cape, euy," Suhandi memgangkat bahu, "jadi orang jujur terus...."

"Aku waktu itu..." Roki terdiam sebentar, "hampir ditangkep polisi. Gara-garanya, pembeli emas itu mergokin aksi aku."

“Serius?” Suhandi langsung menatap Roki serius.

Roki mengangguk pelan. “Serius. Tapi jangan ditiru.”

“Lah, tadi gue cuma bercanda.”

“Makanya aku juga cerita. Biar tahu akibatnya," Roki menyeruput tehnya. “Waktu itu aku masih muda. Merasa paling pintar. Ada pembeli datang membawa emas. Aku curiga barangnya bukan hasil transaksi biasa. Entah kenapa aku malah sok tahu dan mencoba mengakali pemeriksaan.”

“Terus?”

“Ketahuan.”

Suhandi terkekeh. “Langsung tamat karier lo?”

“Belum. Untungnya masalahnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi sejak saat itu aku kapok," Roki menunjuk layar komputer. “Emas itu bukan sekadar benda kuning yang mengilap. Ada sertifikat, kadar, berat, harga pasar, dan asal-usul barang. Kalau satu saja bermasalah, bisa panjang urusannya.”

Suhandi mengangguk. “Berarti bisnis emas nggak sesederhana beli murah, jual mahal?”

“Jelas nggak.”

“Kalau begitu, kenapa banyak orang tertarik sama bisnis emas?”

“Karena emas dianggap penyimpan nilai. Tapi jangan berpikir harga emas selalu naik tanpa risiko.”

Lihat selengkapnya