Suhandi benar-benar menghubungi Jumirah alias Naomi. Transaksi sudah terjadi. Hubungan satu malam tercipta.
Jam sudah menunjukkan pukul 02.23 dini hari. Permainan yang luar biasa. Berlangsung sekitar 1,5 jam. Sampai-sampai Naomi baru saja terbangun di saat Suhandi sedang mengutak-atik ponsel.
Naomi segera bangkit dari tempat tidur. Ia memungut pakaiannya. Bersiap meletakkannya ke dalam keranjang pakaian yang berada di dalam kamar mandi samping kamarnya.
Sebelum benar-benar ke kamar mandi, Naomi mengintip dan berbisik ke arah telinga Suhandi, "Narasimu agak keliru, Koh. Internet yang dibeli itu buat yang end user aja. Tapi dia jual lagi ke konsumen. Kata Koh Donny, itu malah udah dianggap sebagai perusahaan ilegal. Ya, koyo jualan rokok ilegal. Harusnya cukup dibina aja."
Suhandi kaget dan ada yang berdiri di balik celana pendeknya. Lalu ia berkata, "Eh, kamu ngerti juga, Nao, soal beginian?"
"Paham, lah," kata Naomi geleng-geleng kepala. "Koh Donny sering banget jelasinnya. Tiap maen bareng dia, itu mulu yang diomongin. Eh, tapi nanti kita omongin. Aku pake baju dulu. Sekalian mau mandi."
Suhandi segera menoleh ke arah Naomi. Ia langsung bertanya, “Jadi Koh Donny sering cerita soal itu?”
Naomi yang sedang mengambil pakaian dari lantai mengangguk sambil berkata, “Iya. Dia--kalau sudah cerita bisnis--yah, bisa panjang.”
“Bisnis soal apa?”
“Macam-macam. Tapi yang paling sering ya soal internet, aplikasi, sama cara orang mencari celah.”
Suhandi langsung mematikan layar ponselnya. Ia mengernyit sambil bertanya lagi, “Celah?”
Naomi mengangguk sambil memasukkan pakaian ke dalam keranjang. Langsung saja perempuan itu menjawab, “Katanya banyak orang suka beli paket internet yang seharusnya buat pemakaian sendiri. Tapi kemudian dijual lagi ke orang lain.”
“Semacam reseller?”
“Katanya bukan sekadar reseller biasa.”
Suhandi mengernyit. “Terus apa?”
“Kalau dilakukan tanpa izin atau melanggar ketentuan penyedia layanan, bisa jadi masalah. Apalagi kalau skalanya besar.”
Suhandi terdiam. Ia langsung teringat pembicaraannya dengan Donny di rumah Bu Rina. Donny memang terlalu banyak tahu. Bahkan cara menjelaskan dunia joki pun seperti orang yang sudah lama berkecimpung di dalamnya.
“Donny punya usaha begitu?”
Naomi menggeleng. “Kurang tahu aku, mah. Mungkin.”
“Pernah lihat kamu?”