Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #39

Ditawarkan Menjadi Silent Partner

Kembali Suhandi bertemu dengan Defri di Grand Indonesia. Masih di restoran mewah yang berada di lower ground. Mereka bertemu di jam makan siang. Mal terlihat ramai oleh lalu-lalang para pekerja kerah putih.

"Sudah, lah, Suh," Defri baru saja menandaskan americano. "Lupain soal Donny itu. Dan, jangan kemakan omongannya si PRT l*nte itu. Belum tentu lo yang hamilin dia. Mending ikut project gue."

"Project apaan?" Suhandi mengernyit.

"Lo jadi silent partner gue, tahu kan lo?"

"Tahu, lah... gini-gini gue lulusan fakultas Ekonomi, bro. Sarjana Ekonomi. Tahu, lah. Itu kan, artinya rekanan pasif."

"Nah, itu... gue pengen lo jadi silent partner gue dalam hal bisnis jualan diamond game moba. Sekalian... eh, lo bisa main game moba, kan?"

Suhandi menggeleng. "Biasanya gue mainnya game The Sims gitu di PC."

Defri menarik napas sebentar, kembali minum, dan berkata, "Ya, udah, lo cari temen atau siapa yang bisa jadi joki moba. Nanti gue bagi persenan buat lo sama silent partner dari lo, Suh. Nanti juga, kalau sukses kita bagi sama-sama capitol gain kita."

Suhandi menatap Defri beberapa detik, bertanya, “Capitol gain? Capital gain, kali.”

“Ya, itu maksud gue.”

“Beda, Def.”

“Yang penting duitnya sama-sama naik.”

Suhandi terkekeh.

Restoran mewah di lower ground itu semakin ramai. Orang-orang dengan kemeja rapi, celana bahan, blazer, dan ID card perusahaan berlalu-lalang. Sebagian baru keluar dari lift, sebagian lagi mencari tempat makan sebelum jam istirahat berakhir.

Di tengah keramaian itu, pembicaraan mereka justru terasa seperti berada di ruang rahasia.

“Jadi bisnis lo sebenarnya apa?” tanya Suhandi.

“Jual diamond.”

“Diamond game?”

“Iya.”

“Lewat mana?”

“Platform digital. Kita punya jalur supplier.”

Suhandi mengangguk-angguk. “Legal, kan?”

“Kenapa lo selalu nanya begitu?”

“Karena gue punya usaha juga, dan Sarjana Ekonomi, Def. Pernah belajar sedikit soal Hukum.”

“Slow, lah. Bisnis gue masih belum se-hardcore Donny.”

“Gue masih pengen jadi pengusaha yang nggak mau masuk berita kriminal.”

Defri tertawa. “Lebay lo.”

“Gue serius.”

Defri menyandarkan tubuhnya ke kursi. Ia berkata lagi, “Gue nggak ngajak lo buta ngelakuin kriminalitas. Gue ngajak lo investasi.”

“Kalau investasi, gue perlu tahu model bisnisnya kayak gimana.”

“Makanya gue jelasin baik-baik," Defri mengambil ponselnya dan membuka beberapa grafik penjualan. “Lihat. Demand-nya ada. Anak-anak sekarang hobi banget main game. Mereka beli diamond. Kita cari supplier yang harganya lebih rendah, lalu jual kembali dengan margin.”

Suhandi memperhatikan layar, lalu ia bertanya, “Terus soal jokinya gimana?”

“Itu bisnis lain.”

“Berarti lo punya beberapa kaki bisnis?”

“Betul banget.”

Lihat selengkapnya