Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #41

Mulai Mencurigai Defri

Suhandi masih terdiam. Ia tidak tahu harus percaya atau tidak. Cerita Defri terlalu panjang untuk dianggap sekadar bualan saat makan siang. Namun justru karena terlalu banyak nama yang muncul, Suhandi semakin merasa harus berhati-hati.

“Jadi menurut lo,” ujar Suhandi perlahan, “Alung itu memang sudah dari dulu bermain di sekitar keluarga lo?”

“Bukan cuma keluarga gue.”

“Terus?”

“Banyak orang.”

Defri menatap ke arah jendela besar lounge hotel. Dari sana, kawasan PIK terlihat sibuk. Mobil keluar-masuk, sementara orang-orang dengan pakaian kerja berjalan cepat seolah hidup mereka tidak pernah punya waktu untuk berhenti.

“Alung itu pintar,” lanjut Defri. “Dia tahu siapa yang punya duit, siapa yang butuh duit, siapa yang gampang percaya, dan siapa yang bisa dimanfaatkan.”

“Lo punya bukti?”

Defri kembali menatap Suhandi, lalu menjawab, “Gue emang nggak punya bukti-bukti valid. Tapi, setidaknya, gue punya cerita.”

“Cerita bukan bukti, bro.”

“Makanya gue bilang, kita berada dalam posisi yang sama.”

Suhandi mengernyit. “Jangan-jangan itu alasan lo mendekati gue?”

Defri tersenyum tipis, lalu menjawab sekenanya, “Bisa jadi.”

“Defri, come on....”

“Oke, gue jujur," Defri meletakkan botol air mineral di atas meja. “Waktu gue tahu lo punya masalah dengan surat utang lama itu, gue awalnya cuma penasaran.”

“Terus?”

“Gue pikir, kok bisa sejarah keluarga gue seperti mengulang diri di keluarga lo?”

Suhandi menatapnya, lalu bertanya, “Dan lo takut gue mengalami hal yang sama?”

“Gue takut lo dimanfaatkan.”

“Termasuk lewat bisnis diamond yang lo tawarkan itu?”

Defri tidak menjawab segera. Namun, setelah berdeham beberapa kali, ia baru menjawab, “Gue nggak bisa menjamin semua orang di sekitar gue bersih, Suh.”

Jawaban itu membuat Suhandi semakin waspada. Namun, dengan kening berkerut, ia malah bertanya lagi, “Termasuk lo?”

Defri terkekeh. “Gue juga bukan malaikat, bro.”

“Baguslah kalau begitu. Setidaknya lo jujur. Atau, setidaknya lagi, mencoba jujur.”

“Tapi gue tahu batasan, Suh.”

Suhandi menyandarkan tubuh. Ia bertanya lagi, “Terus siapa sebenarnya orang yang menghubungi gue?”

Lihat selengkapnya