Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #43

Ayahnya Kevin Kenal dengan Alung

Suhandi masih belum tidur. Padahal sudah jam... hampir jam dua belas malam. Ia masih terjaga. Masih juga memperhatikan profil teman-teman barunya.

Ada Rendy, anak pengusaha properti. Lalu, ada Raka, yang mengaku anak pengusaha kelapa sawit. Selanjutnya, ada Bima, anak pengusaha tekstil. Masih ada juga Andre, yang papanya merupakan pemilik jaringan restoran paling dikenal se-Indonesia, Volta Gracia. Siapa juga yang tidak mengenal Bapak Volta Darmawan dan istrinya, Gracia Tania.

Terakhir, Kevin Alberto, anak dari seorang konglomerat Tangerang.

Mereka semua baru saja ditemui Suhandi tadi siang. Saat ia yang awalnya bertemu dengan Vijay. Mendadak Vijay main mengundang teman-temannya untuk ikut mengobrol di apartemennya.

Masih terngiang-ngiang di kepala Suhandi, obrolan tadi siang.

"Suh," ujar Vijay mengangkat gelas kopinya, "mereka ini teman-teman gue selama ikut bisnis yang tadi gue ajakin. Awalnya, Kevin ini yang ngajakin gue. Kevin ini teman kuliahnya Donny dulunya. Bokapnya ikut nanem saham di perusahaan itu. Konon kenal dia sama yang namanya Alung itu."

"Serius?" Suhandi sontak membelalakkan matanya.

"Lo ngapain sih cari gara-gara sama macan?" Kevin tertawa. "Bokap gue aja kewalahan nanganin si Alung itu. Apalagi lo, yang anak kemarin sore."

Ucapan Kevin itu terus berputar-putar di kepala Suhandi.

“Bokap gue aja kewalahan nanganin si Alung itu.”

Suhandi mengambil ponselnya yang sejak tadi tergeletak di samping bantal. Ia membuka kembali catatan digital tentang Alung. Nama itu sudah muncul terlalu sering. Dari surat utang tahun 1965. Dari cerita Defri juga. Bahkan dari Rina. Hingga dari berbagai dokumen yang pernah ia lihat. Termasuk sekarang, muncul pula dari keluarga Kevin.

Suhandi menghela napas panjang.

“Siapa sebenarnya lo, Lung?” gumam Suhandi.

Suhandi membuka profil Kevin. Tidak banyak informasi yang bisa didapat. Foto-fotonya kebanyakan berada di acara bisnis, restoran mewah, lapangan golf, dan beberapa perjalanan ke luar negeri.

Kemudian Suhandi teringat sesuatu. Kevin tadi mengatakan ayahnya pernah menanam saham di sebuah perusahaan yang dikenal oleh Alung. Kalau begitu, mungkin bukan Alung yang mendekati keluarga Kevin. Bisa jadi justru keluarga Kevin yang pernah berurusan dengannya.

Suhandi segera membuka percakapan dengan Vijay.

Suhandi:

Vijay, lo masih bangun?

Beberapa menit tidak ada jawaban.

Suhandi meletakkan ponselnya. Namun belum sampai satu menit, layar kembali menyala.

Lihat selengkapnya