Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #44

Di Kantor Threelions

Besoknya, sesuai janji dengan Vijaj di jam 12 malam, Suhandi mau saja diajak ke kantor cabang Threelions yang ada di kawasan Gading Serpong. Kantornya itu hanya menempati tiga unit ruko. Lalu, di dekat pintu masuknya, ada foto Volta Darmawan, papanya Andre. Volta, di Threelions, menjabat sebagai Manajer Pemasaran.

Vijaj menyenggol Suhandi yang masih mengamati foto Volta tersebut. Di sebelah Vijaj, ada Kevin yang terkekeh sambil memegang segelas matcha.

"Benar kan, Suh," ujar Vijay, "yang gue bilang? Gue bisa join Threelions gara-gara Kevin ini."

"Berterimakasihlah ke Donny itu," kata Kevin nyengir. "Kala bukan gara-gara tantenya itu, Tante Rina, yang satu komsel dengan Mama gue, mana kenal gue sama lo, Jay. Eh, si Vijaj ini kerjanya ulet. Entah pake trik apaan, dalam sebulan dia bisa dapetin 50 prospekan."

"Terus hubungan Alung sama bokap lo dan Threelions apaan?" Suhandi malah mengalihkan pembicaraan ke hal lain.

Kevin memukul bahu Suhandi pelan dan berkata, "You too much obsessed with Alung, my man. Santai, lah. Ada apaan sih lo sama Alung."

Vijaj malah yang menjawab, "Kayak yang gue sama Donny pernah ceritain."

Kevin spontan batuk-batuk.

“Eh, Jay...” Kevin melirik Vijay tajam. “Jangan sembarangan ngomong.”

Vijaj mengangkat kedua tangannya. “Gue belum ngomong apa-apa.”

“Justru itu!” Kevin menaruh gelas matcha di meja kecil dekat pintu masuk.

Suhandi semakin curiga. Ia memandang keduanya bergantian. Ia lalu berkata, “Kenapa kalian kayak orang yang nyimpen rahasia?”

“Bukan rahasia,” jawab Kevin cepat. “Cuma... urusan lama aja.”

“Urusan lama sama Alung?”

Kevin tidak menjawab.

Vijaj kemudian berjalan menuju ruang meeting yang berada di bagian belakang ruko. Suhandi mengikutinya. Kevin menyusul beberapa langkah di belakang.

Lihat selengkapnya