Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #46

Tamu Rahasia itu Sahabatnya Roki

Selepas menemani Naomi ke dokter kandungan, dan mengantarkan perempuan itu pulang, Suhandi tancap gas ke Kelapa Gading. Ke Weweh Plastic. Apalagi mau ada tamu istimewa datang. Tamu istimewa itu adalah sahabatnya Roki, yang mana Roki pernah bercerita tentang istri sahabatnya yang begitu cepat hamil setelah menikah.

Nama sahabatnya Roki itu Beto. Lengkapnya Alberto James Pattinama. Beto ini seorang pengacara, dan memiliki beberapa kenalan seorang notaris. Pas sekali rasanya Suhandi mengenal Beto. Suhandi bisa memanfaatkan Beto untuk menyelidiki tentang Alung, Rina, Muhammad Yusuf, Donny, dan... lepas dari utang tersebut. Bahkan Beto juga kenal beberapa orang yang bisa menyukseskan Weweh Plastic.

"Nanti bisa kubantu, Koh," ujar Beto setelah bercerita tentang bagaimana dirinya disalahpahami telah mengajak istrinya melakukan hubungan intim sebelum waktunya. "Aku bisa bantu agar Koh Suhandi punya PT. Usaha kayak gini, kalau dibikinin PT atau minimal CV, pasti bisa laris manis, tanjung kimpul."

Suhandi dan Roki mengikuti Beto tertawa terbahak-bahak.

Tawa mereka bertiga akhirnya mereda. Di saat itu, Beto mengambil gelas air mineralnya, lalu meneguk sampai habis.

“Serius, Koh. Kalau soal bikin badan usaha, gue bisa bantu. Tapi kalau soal urusan Alung, yang sempat diceritain sama Roki, itu beda ceritanya.”

Suhandi langsung memasang wajah serius, membalasnya, “Nah, justru itu yang mau gue omongin.”

Roki yang sejak tadi duduk di sebelah Suhandi langsung menyandarkan tubuhnya ke kursi. Ia ikut berkata, “Waduh. Mulai deh.”

Beto terkekeh. “Nama Alung ini memang sering muncul di cerita Koh Suhandi?”

“Bukan cuma sering. Terlalu sering, malah," Suhandi kemudian membuka laptop. Ia memperlihatkan beberapa catatan yang sudah dikumpulkannya selama beberapa minggu terakhir. Ada nama Alung, Rina, Muhammad Yusuf, dokumen tahun 1965, hingga nama beberapa orang yang pernah dikaitkan dengan utang engkongnya.

Beto yang awalnya santai perlahan berubah serius saat berkata, “Ini dokumen asli?”

“Sebagian gue lihat langsung. Sebagian lagi cuma salinan.”

“Kalau begitu, jangan buru-buru mengambil kesimpulan.”

Suhandi mengangguk. “Gue cuma ingin tahu siapa sebenarnya Muhammad Yusuf.”

Beto menunjuk nama tersebut, lalu berkata, “Kalau dia notaris atau pernah mengurus dokumen pertanahan, kita harus lihat kapasitasnya pada saat dokumen dibuat. Jangan cuma melihat namanya muncul di kertas.”

“Bisa dilacak?”

“Bisa dicari jejak administrasinya. Tapi harus lewat jalur yang benar.”

Suhandi kemudian menunjuk nama lain. “Kalau Rina?”

“Rina yang tinggal di sekitar Situ Pondok Jagung itu?”

Suhandi langsung menatap Beto, bertanya, “Lo kok bisa tahu?”

Lihat selengkapnya