Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #48

Menjajaki Bisnis MLM bersama Vijaj

Daripada pusing terus menerus, sepertinya tidak ada salahnya Suhandi menerima tawaran Vijaj yang aktif berbisnis di Threelions, yang menggunakan sistem multi-level marketing.

Setelah selesai bertemu dengan Beto dan diberikan saran tentang Naomi, sebelum tidur, menjelang tengah malam, Suhandi melakukan obrolan di WhatsApp, dengan Vijaj.

Singkat cerita, Suhandi sudah duduk semeja bersama Vijaj di food court Supermall Karawaci. Karena datangnya di hari sibuk, alias weekdays, situasi di food court tak terlalu ramai. Apalagi masih sekitar jam 11.23 siang.

"Nggak semua, Suh," Sebelumnya Vijaj menyesap americano. "Nggak semua MLM itu ke arah skema ponzi. Lagian, gue juga, berani sumpah, nggak paham yang begituan. Ponzi-ponzi-an gitu."

Suhandi mengernyit. "Serius lo, Jay?"

Vijaj mengacungkan dua jari. "Beneran, deh. Lagian gue sama Defri cuma mau nyelamatin lo dari bahaya aja. Dan, balik soal Threelions, emang pake sistem MLM. Tapi, selama tahu sistemnya dengan baik dan benar, terhindar dari bahaya skema ponzi."

"Gue pernah sih ikut jaringan MLM gitu," sela Suhandi. "Waktu itu, masih SMA. Diajakin bisnis MLM, do bawah payung perusahaan kosmetik, Doriblame."

"Terus kelanjutannya gimana?" Ganti Vijaj yang menyela.

"Kalau kita paham sistemnya dengan baik," jawab Suhandi menyesap cappuccino miliknya. "Bahkan sistem MLM kadang bisa menyelamatkan orang-orang tertentu, menurut gue. Contohnya kayak yang terbiasa menyendiri gitu."

"Introvert, maksud lo?" terka Vijaj terkekeh.

"Nah, itu maksud gue," balas Suhandi terkekeh. "Bahkan ibu-ibu komplek atau kampung terselamatkan juga lewat konsep MLM ini. Bisa mempererat persaudaraan juga di antara mereka."

"Bener banget," Vijaj mengacungkan jempol.

Selanjutnya Vijaj menjelaskan konsep MLM dalam bisnis Threelions. Vijaj mengambil contoh dirinya sebagai calon upline Suhandi. Suhandi bebas untuk mengambil peran, entah sebagai reseller atau perekrut.

"Kalau mau pake sendiri, yah, nggak apa-apa," lanjut Vijaj. "Yang penting konsisten beli setiap bulan Nanti, yah, cincai, lah. Gue bisa bantu carikan downline buat lo. Tapi lo juga, di keseharian lo, aktif masarin Threelions. Door to door istilahnya. Yah, puji Tuhan, jaringan kita, khususnya jaringan lo, yah, makin berkembang. Sama-sama sukses deh, intinya."

Suhandi mengangguk-angguk. Penjelasan Vijaj terdengar sederhana, meskipun ia tahu bisnis jaringan tidak sesederhana membalikkan telapak tangan.

“Terus, kalau gue mau gabung, modal awalnya berapa?” tanya Suhandi.

Vijaj meletakkan gelas americano-nya.

“Nah, itu yang harus kita hitung dulu. Ada paket keanggotaan, katalog produk, dan ketentuan komisi. Gue nggak mau asal sebut angka sebelum lo lihat daftar resminya.”

“Baguslah kalau begitu. Gue paling alergi sama orang yang ngajak bisnis, tapi kalau ditanya modal malah jawabnya, ‘Pokoknya ikut dulu, nanti juga balik modal.’”

Lihat selengkapnya