Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #49

Presentasi MLM Threelions

Alangkah kagetnya Suhandi, karena bisnis yang sedang ia jajaki, berdekatan dengan penyelidikan dirinya terhadap Alung. Ternyata jaringan MLM Vijaj, jika ditelusuri sampai ke atas, ada nama Donny, Tante Rina, dan Alung. Ternyata pula Donny memang berteman akrab dengan Defri dan Vijaj.

Dalam sebuah pertemuan bisnis, sekaligus presentasi MLM Threelions, Vijaj terkekeh. Pemuda berdarah India itu berkata nyengir, "Lagian Alung dan lain-lain itu, Suh, nggak sejahat yang lo kira."

"Gak jahat lo kira?" Suhandi meradang, yang sampai mengernyit.

"Santai, lah," Vijaj menenangkan situasi. "Mending simak teman kita, Defri, yang lagi presentasi. Daripada ngelakuin hal sia-sia, mending jadilah bagian dari para macan. Rather than being the enemy, be the bestie. It's such good."

"Bangke lo!" rutuk Suhandi. Pandangannya langsung tertuju ke arah depan.

Di depan, Defri sedang menjelaskan jaringan MLM Threelions, khususnya grupnya yang bernama Macan-macan Tangerang. Sekaligus Defri sedang menjelaskan apa saja yang dijual oleh Threelions.

Di pertemuan tersebut, pun sudah ada beberapa upline yang sudah sukses. Mereka pergi ke mana-mana dengan sport car. Mereka bahkan dekat dengan pendiri Threelions yang konon berkewarganegaraan Amerika Serikat, yang bernama James Harland.

Suhandi mencoba memusatkan perhatian pada presentasi Defri. Di layar proyektor, terpampang logo Threelions dengan gambar tiga singa yang berdiri gagah. Di bawahnya terdapat tulisan Macan-macan Tangerang: Grow Together, Win Together.

Defri tampil percaya diri. Dengan kemeja hitam berlengan panjang, ia menjelaskan kategori produk, sistem penjualan, jenjang keanggotaan, hingga bonus yang bisa diperoleh para distributor.

“Teman-teman, bisnis ini bukan cuma soal menjual barang,” ujar Defri. “Ini tentang membangun jaringan, memperluas pasar, dan menciptakan peluang bagi orang lain. Kalau kita berkembang, orang-orang dalam jaringan kita juga punya kesempatan untuk berkembang.”

Tepuk tangan terdengar dari sejumlah peserta.

Suhandi justru memperhatikan slide yang menampilkan foto beberapa anggota sukses. Ada yang berpose di samping mobil sport, ada yang berlibur ke luar negeri, dan ada pula yang berdiri bersama James Harland, pendiri Threelions.

“Jay,” bisik Suhandi kepada Vijaj, “mobil-mobil itu benar-benar milik mereka?”

Vijaj menyeringai. “Sebagian punya sendiri, sebagian mungkin sewa atau pinjaman. Gue nggak tahu detailnya gimana.”

“Terus, penghasilan mereka?”

“Ya, lo tanya langsung nanti. Jangan cuma percaya sama foto.”

Suhandi menoleh dan berkata nyengir, “Tumben lo ngomong masuk akal.”

Lihat selengkapnya