Crazy Rich

Nuel Lubis
Chapter #50

Berdebat tentang Karhutla

Hari ini terjadi pertemuan lagi. Kembali di rumah Tante Rina. Tante Rina masih di luar negeri. Setelah sebelumnya diberitakan sedang di Singapura, Tante Rina dikabarkan tengah di Filipina.

Di saat Donny sedang membicarakan kekisruhan yang menimpa Indonesia, Suhandi main mata dengan Naomi. Iseng saja Naomi mencolek paha Suhandi, yang membuat Suhandi berbisik mesra ke arah Naomi, "Kita harus hati-hati. Jangan sampai ketahuan Donny."

Naomi menurut saja. Asisten rumah tangga itu lalu melengos ke dapur.

Sementara itu, tampak Defri dan Ridwan berapi-api dalam membela masyarakat yang terdampak Karhutla di Kalimantan. Sementara, di sisi lain, Donny hanya terkekeh-kekeh. Sumitomo dan Johnny ikut terkekeh.

"Muna lo, Def!" sembur Domng, menyesap kopi asal Sidikalang yang dibuat Naomi khusus untuk dirinya. "Lo tinggal di Indonesia. Produk rezim sekarang, yah, lo pake-pake aja. Pake acara segininya lo kumpulin data-data buat jatuhin rezim sekarang. Valid nggak nih datanya?"

Defri langsung meradang. "Valid, lah, Bos!"

"Sekarang, Def," Donny menambahkan, "data-data kek gini, bisa dibuat. Temen gue, Kevin, kenal orang-orang yang bisa dibayar buat bikin data siluman kek gini. Katanya, di sana, bermasalah. Eh, tahu-tahu, gue inspeksi ke Tondano, yah, baik-baik aja."

“Lah, terus kalau lo inspeksi ke Tondano dan kebetulan daerah yang lo datangi baik-baik saja, bukan berarti seluruh wilayah Kalimantan bebas masalah, Don!” Defri membalas dengan nada tinggi.

Ridwan yang duduk di sebelahnya langsung mengangguk. Ia lambang berkata, “Betul. Gue juga nggak bilang semua data yang beredar pasti benar. Tapi kalau ada masyarakat yang terdampak, ya, harus diperiksa. Jangan malah menertawakan penderitaan orang.”

Donny mengangkat kedua tangannya, seolah-olah menyerah. Lalu keponaka Tante Rina itu berkata, “Waduh, waduh... baru pagi sudah kayak sidang skripsi. Gue cuma bilang, jangan gampang percaya sama data yang beredar di internet.”

“Kalau begitu, kenapa lo malah langsung menganggap data gue fake?” tanya Defri.

“Gue nggak bilang palsu. Gue bilang perlu diverifikasi.”

Sumitomo terkekeh sambil mengaduk minumannya. “Kalau begitu, kalian berdua sebenarnya sepakat, dong. Bedanya, Defri datang membawa data, Donny datang membawa kecurigaan.”

Lihat selengkapnya